pelantar.id – Sejumlah pedagang sayur dan bumbu dapur di Pasar Baru Meral mengeluh rugi akibat barang dagangan milik mereka membusuk karena kehujanan. Akibatnya, para pedagang terpaksa harus menjual rugi barang-barang yang masih dapat diselamatkan, bahkan membuang beberapa kilo bumbu dapur karena sudah tidak lagi dapat dimanfaatkan.

Seorang pedagang bernama Jumirah menyatakan, dirinya terpaksa menanggung kerugian hingga Rp10 ribu per kilogram cabai rawit. Jika dalam keadaan segar, cabai rawit dijual dengan harga per kilogram Rp40 ribu.

“Dijual murah begini pun tetap saja tak ada yang minat. Memang hanya karena menghitam tapi pembeli maunya yang segar. Padahal cabe rawit ini sudah dijemur pas habis kena hujan,” katanya saat ditemui di los pasar, Selasa (15/5).

Anggota DPRD Karimun Komarudin yang mengunjungi pasar menampung keluhan para pedagang. Dia menyebut, banyak pedagang yang seharinya harus membuang bawang hingga 3 kilogram karena membusuk. Menurut dia, pedagang mengadu tidak dapat mengembalikan modal akibat masalah itu.

Kompleks pasar tersebut baru sebulan ditempati pedagang, selepas dibangun. Kebocoran atap di los para pedagang sayuran itu sebelumnya telah diadukan kepada Bupati Karimun, Aunur Rafiq.

“Sudah ngadu, tapi kita disuruh sabar. Ini sudah sebulan seperti ini, apa tak rugi kami,? kata Jumirah kepada Komaruddin.

 

Komarudin mengaku terkejut karena pasar tersebut mestinya masih dalam masa serah terima, sehingga kerusakan atau bangunan yang tidak sempurna dapat langsung diklaim kepada pihak kontraktor.

“Saya juga heran, baru saja diresmikan bupati tapi dah bocor. Kasihan pedagang, sudahlah tak dapat untung, malah modal pun sulit untuk balik lagi. Jadi kerena masih dalam masa pemeliharaan, kami atas nama Fraksi PKS meminta kontraktor bertanggungjawab. Kemudian karena ini ranahnya ada di Dinas Perindag, Koperasi, UKM dan ESDM, maka nanti akan kita panggil dan meminta agar memberikan penegasan ke kontraktor,” kata Komar.

Bupati Karimun baru saja meresmikan Pasar Baru Meral senilai Rp6 Miliar lebih sekitar dua pekan lalu. Namun saat peresmian dan dilakukan peninjauan, beberapa pedagang langsung mengeluhkan kondisi pasar yang bocor dan membasahi dagangan. Namun Rafiq mengaku belum dapat mengambil tindakan karena belum diserahterimakan dari pemerintah pusat kepada Pemerintah Kabupaten Karimun.

Penulis : Abdul Gani

Editor   : Joko Sulistyo