pelantar.id – Banyak orang bilang, cinta suka tak mengenal batas usia. Ujaran itu sepertinya berlaku untuk pasangan Inade dan Muh. Idris ini. Meski usia terpaut 45 tahun, hal tersebut tak menghalangi tekad mereka untuk hidup bersama sebagai  suami-istri.

Keseriusan menjalin hubungan ditunjukkan Inade (65) dan Idris (20) dengan menggelar pesta pernikahan, Rabu (25/10) malam. Jalinan cinta pemuda dan nenek itu pun mendapat dukungan dari masing-masing keluarga.

Inade sudah berstatus janda sejak 2011, setelah suaminya meninggal dunia. Warga Desa Corawali, Kecamatan Panca Lautang, Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel) ini cukup dikenal oleh masyarakat setempat.

Inade dikenal sebagai pengusaha perkebunan cengkeh. Di usianya yang 65 tahun, ia memiliki banyak kebun cengkeh di Sidrap. Adapun Idris, adalah pemuda asal Kabupaten Enrekang. Ia merupakan karyawan pemetik cengkeh di kebun milik Inade.

“Memang benar, keduanya akan menikah hari Rabu malam. Semua sudah dipersiapkan oleh pihak keluarga kedua mempelai,. Saya sendiri yang akan menikahkan mereka,” ujar Imam Desa Corawali, Alimuddin Akib, sebagaimana dikutip dari TribunSidrap.com, Senin (22/10).

Idrus dan Inade resmi menjadi suami istri.
Foto: Facebook Adi Sanjaya

Mengutip laman parepos.fajar.co.id,  resepsi pernikahan Inade dan Idris berlangsung di rumah mempelai wanita, Desa Corawali, Kecamatan Panca Lautang, Sidrap, Rabu malam, setelah keduanya menjalani ijab kabul yang dinikahkan oleh Kepala KUA Panca Lautang, Palwih Rahman.

Ditemui di sela acara resepsi, Inade mengaku sangat bahagia dengan pernikahan tersebut.  Apalagi, acara itu disaksikan oleh ribuan warga. Pasalnya, kisah mereka sudah viral lebih dahulu di media sosial , dan menjadi perbincangan hangat di Sulawesi Selatan.

“Saya bahagia dan tidak malu. Inilah jodoh, dan Tuhan Maha Tahu,” ucapnya.

Menurut Inade, setelah pernikahan itu, hal  yang akan mereka lakukan adalah melakukan ziarah kubur dan silaturahmi di Enrekang, tempat keluarga suaminya.

“Begitu juga di Sidrap, kami juga akan melakukan ziarah kubur, khususnya di makam suami saya,” katanya.

Selanjutnya, Inade dan Idris akan menuju ke kebun cengkeh di Suli, Kabupaten Luwu.

“Kebetulan juga ada rumah di sana. Insya Allah kami akan tinggal di sana, dan berkebun. Doakan ya, kami bahagia dan sehat selalu, amin,” ujarnya.

Berawal di Kebun Cengkeh

Kisah cinta pasangan Inade dan Idris berawal di kebun cengkeh. Ceritanya, Idris diajak temannya bekerja sebagai pemetik cengkeh di Siwa, Kabupaten Wajo,  salah satu kebun cengkeh milik Inade.

Idris t sebelumnya tidak mengetahui  jika kebun cengkeh yang sedang masuk masa panen itu adalah milik  Inade.  Di kebun itulah kemudian mereka bertemu.

Seperti kebanyakan cerita  asmara,  keduanya lantas jatuh cinta pada pandangan pertama. Mereka seakan lupa, bahwa usia mereka terpaut cukup jauh.

“Sejak itu, mereka menjalin cinta, dan akhirnya berlanjut ke pelaminan,”  kata Alimuddin.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Panca Lautang, Palwih Rahman mengaku telah memproses berkas pernikahan  Inade dan Idris.  Berkas keduanya juga sudah dimasukkan dalam buku catatan akta perkawinan di KUA Panca Lautang.

“Berkasnya sudah kami proses. Kalau tidak salah masuk seminggu lalu. Insya Allah keduanya akan melangsungkan pernikahan pada Rabu malam, 24 Oktober, dengan mahar Rp10 juta,” ungkap Palwih Rahman, Rabu (24/10) dilansir dari Kompas.com.

Idrus dan Inade bersama tamu di acara pernikahan, Rabu malam (25/10).
Foto : Facebook Adi Sanjaya

Sempat Dikira Bercanda

Basri, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Corawali mengungkapkan, jalinan percintaan Inade dan Idris memang  menjadi perbincangan cukup heboh di tengah masyarakat Sidrap. Begitu pula saat keduanya berniat melangsungkan pernikahan sejak awal Oktober lalu.

Menurut  Basri,  awalnya banyak yang mengira  Inade dan Idris bercanda ketika menyampaikan rencana pernikahan tersebut. Pasalnya, usia mereka terpaut sangat jauh, 45 tahun.

Namun, setelah menyaksikan keseriusan kedua mempelai, masyarakat pun bisa menerima. Basri mengaku, dirinya lah yang menandatangani berkas pernikahan Inade dan Idris untuk pengurusan lanjutan ke KUA Panca Lautang.

Editor : Yuri B Trisna
Disadur dari berbagai sumber