pelantar.id – Saddil Ramdani adalah bintang baru dalam tubuh Timnas Indonesia. Ia menjadi pilihan utama pelatih dalam setiap pertandingan, mulai dari jenjang U-16, u-19, U-23 sampai Timnas senior. Pemain klub Persela Lamongan ini pun masuk dalam skuad Timnas senior untuk Piala AFF yang tak lama lagi bakal dihelat.

Gocekannya termasuk di atas rata-rata teman satu tim. Begitu pula akselerasinya saat menusuk ke jantung pertahanan lawan, nyaris sempurna. Tendangan keras pemain berusia 19 tahun ini pun sering menggetarkan jala lawan. Hal itulah yang membuat banyak pihak yakin, Saddil Ramdani bakal menjadi bintang sepakbola Indonesia yang bersinar terang di masa depan.

Iklan

Namun, semua kerja keras yang dibangun pemain kelahiran Raha, Sulawesi Tenggara, 2 Januari 1999 itu terancam  lenyap tanpa bekas. Ia kini mendekam dalam sel tahanan Mapolres Lamongan, Jawa Timur.

Adalah Anugrah Sekar Larasati, yang menjadi pengirim Saddil ke penjara. Gadis itu melaporkan Saddil ke polisi dengan tuduhan penganiayaan pada Rabu (31/10/18). Sekar merupakan mantan kekasih Saddil.

Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat mengatakan, gelandang serang Timnas itu dilaporkan setelah terjadi insiden pertengkaran dengan Sekar di mess Tim Persela Lamongan, Rabu sore. Pertengkaran itu berujung pada tindak kekerasan oleh Saddil, yang mengakibatkan luka robek di bagian bawah mata sebelah kanan Sekar.

“Resmi ditahan,” ujar Norman, dikutip dari Merdeka.com, Jumat (2/11).

Dalam Laporan Polisi, Saddil terlibat kasus penganiayaan atau penganiayaan ringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 KUHP atau pasal 352 KUHP dengan dasar laporan polisi No: LP/261/lX/2018/JATIM/RESLAMONGAN.

Setelah menerima laporan, polisi kemudian memanggil dan memeriksa Saddil hingga menetapkannya sebagai tersangka. Selanjutnya, Saddil ditahan hingga kasus ini dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum.

Polisi menjerat Saddil dengan Pasal 351 KHUP ayat 1, dengan ancaman 2,8 tahun penjara. Sedangkan untuk pasal 352 KHUP ancamannya 9 bulan penjara. Saddil, sang bintang itu terancam layu sebelum berkembang.

Pengakuan Saddil Ramdani

Kepada media yang menghubunginya, Saddil mengaku siap bertanggung jawab dan menjalani proses hukum yang kini menimpanya. Menurut dia, apa yang terjadi sangat di luar dugaan. Ia menyesal.

“Saya sedang capek, itu (penganiayaan) terjadi spontan,” katanya, dilansir dari Antara.

Saddil Ramdani dan Anugrah Sekar (net)

Cerita Saddil, saat pertengkaran terjadi, ia bertindak kelepasan. Wajah Sekar terkena cakarannya sekali, tapi langsung berakibat luka robek hingga berdarah. Sekar pun menangis dan membuat ribut di mess Persela Lamongan. Sekar kemudian membawa masalah ini ke kantor polisi.

“Saya sudah beritikad baik ingin berdamai, tapi keluarga tidak mau dan tetap ingin melanjutkan kasus ini. Tapi saya sudah siap, dan masalah ini saya jadikan pelajaran berharga,” kata Saddil.

Informasi Saddil ditahan polisi langsung menyebar. Rekan-rekannya di Persela Lamongan kaget bukan kepalang. Termasuk jajaran manajemen. Mereka tidak percaya, bintang muda tim kebanggaan masyarakat Lamongan dipenjara di usia yang masih sangat muda. Para pecinta sepakbola Indonesia pun geger. Bagaimana tidak, sebentar lagi Saddil akan turun membela Timnas di ajang Piala AFF.

Manajer Persela Lamongan, Yunan Achmadi merespon cepat. Ia menyatakan, pihaknya akan mengajukan penangguhan penahanan untuk Saddil Ramdani. Menurutnya, kehadiran Saddil sangat dibutuhkan bukan hanya bagi Persela Lamongan tapi juga Timnas Indoensia.

“Kami akan berusaha maksimal agar mendapat penangguhan penahanan,” ujarnya.

Nasib Saddil di Timnas

Ditahannya Saddil Ramdani membuat posisinya di Timnas Indonesia terancam. Pelatih Bima Sakti sudah memanggil Andik Vermansah untuk bergabung dengan Timnas Indonesia pada sesi latihan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (3/11/18).

“Kami memanggil Andik Vermansah untuk ikut latihan,” kata Bima dikutip dari laman resmi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

Andik Vermansah (net)

Bima Sakti menilai, Andik sosok pemain yang tepat untuk membantu Timnas meraih hasil terbaik di ajang Piala AFF 2018. “Dia (Andik) pemain berpengalaman, dan memang bagus,” katanya.

Dengan dipanggilnya Andik, maka jumlah pemain yang sudah ada menjadi 24 pemain. Artinya, Bima harus mencoret satu nama agar jumlah pemain menjadi 23 sesuai batas pemain yang didaftarkan. Apakah Saddil Ramdani yang dicoret?

Bima Sakti menegaskan, Saddil sampai sekarang masih tetap dalam Timnas, dan akan ikut sesi latihan Sabtu nanti. Menurutnya, Saddil masih punya peluang membela Timnas meski saat ini sedang terjerat masalah hukum.

Sementara Andik smengaku bangga bisa kembali bergabung dengan Timnas. Sebelumnya, dalam daftar 23 pemain yang akan dibawa ke Piala AFF 2018, nama Andik tidak ada. Andik berjanji, akan mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya bagi Timnas Indonesia.

“Ini menjadi penampilan ketiga saya di Piala AFF. Semoga di 2018 Indonesia menjadi juara, saya bangga dan saya siap memberi yang terbaik,” kata winger Kedah FC (Malaysia) ini.

 

Editor : Yuri B Trisna

Iklan