Pelantar.id – Usai adu mulut antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Jim Acosta wartawan CNN beberapa waktu lalu membuat Trump geram. Akibatnya Trump melarang wartawan CNN masuk gedung Putih.

Keputusan tersebut membuat CNN mengajukan gugatan terhadap Trump dan stafnya. Dilansir CNN, Rabu (14/11/2018), gugatan hukum itu merupakan respons CNN atas keputusan pemerintah Trump yang menangguhkan akses pers milik Acosta, atau yang disebut oleh Secret Service sebagai ‘hard pass’ untuk bisa masuk ke Gedung Putih, pekan lalu.

“Gugatan ini menuntut pengembalian surat kepercayaan Gedung Putih milik kepala koresponden CNN untuk Gedung Putih, Jim Acosta. Pencabutan yang salah dari surat kepercayaan ini telah melanggar hak kebebasan pers yang diatur dalam Amandemen Pertama dan hak mendapat proses hukum yang tepat yang diatur Amandemen Kelima dari CNN dan Acosta,” demikian pernyataan CNN.

Gugatan tesebut diajukan ke Pengadilan Distrik AS di Washington DC pada Selasa (13/11) waktu setempat. Setidaknya ada enam tergugat dalam gugatan ini, yakni Trump, Kepala Staf Gedung Putih John Kelly, Sekretaris Pers Sarah Sanders, Wakil Kepala Staf Komunikasi Bill Shine, Direktur Secret Service Randoplh Alles dan agen Secret Service yang mengambil ‘hard pass’ milik Acosta pada Rabu (7/11) lalu.

Mengenai gugatan tersebut, pihak Gedung Putih langsung bersuara melalui juru bicaranya, Sarah Sanders. Ia menyebut CNN mencari perhatian’ dengan mengajukan gugatan hukum ini. Ditegaskan Sanders bahwa pemerintah Trump akan ‘mempertahankan diri dengan penuh semangat’.

Asosiasi Koresponden Gedung Putih menyatakan dukungan penuh pada CNN dalam kasus ini. Asosiasi Koresponden Gedung Putih mengatakan bahwa seorang Presiden ‘tidak seharusnya dengan seenaknya memilih orang-orang yang meliputnya.’ Sedangkan Serikat Kebebasan Sipil Amerika (ACLU) menyebut ‘sangat tidak bersifat Amerika dan melanggar hukum bagi seorang presiden untuk mengusir seorang reporter dari ruang briefing Gedung Putih karena melakukan tugasnya’.

Seperti yang diketahui sebelumnya, dilansir AFP, Kamis (8/11/2018), Jim Acosta terlibat adu mulut dengan Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Rabu (7/11) waktu setempat, usai digelarnya pemilu sela AS.

Acosta mengajukan pertanyaan soal pandangan Trump terhadap karavan imigran Amerika Tengah yang sedang bergerak ke perbatasan AS. Trump berkata ‘Itu cukup!’ dan seorang staf magang Gedung Putih berupaya merebut mikrofon yang dipegang Acosta namun gagal.

Acosta menolak permintaan Trump untuk duduk dan menyerahkan mikrofon yang dipegangnya saat konferensi pers. Trump pun marah dan menyebut Acosta sebagai ‘orang yang kasar dan buruk’.

=========
sumber: detik.com