pelantar.id  Suku Sentinel di Kepulauan Andaman, India menjadi sorotan dunia. Penyebabnya, baru-baru ini seorang turis asal Amerika Serikat tewas dipanah oleh anggota suku tersebut.

Pascakejadian itu, kisah tentang masyarakat Suku Sentinel banyak dicari di mesin pencari Google. John Allen Chau (27), warga Amerika Serikat dikabarkan tewas di tepi pantai pulau itu, pekan lalu.

Menurut kepolisian India, John datang ke Pulau Sentinel secara ilegal. Mengutip AFP,  John dibawa oleh nelayan setempat mendekati Pulau Sentinel bagian Utara.

Setelah dirasa cukup dekat, John lantas nekat memasuki pulau itu sendirian menggunakan sampan. Diduga, kehadirannya sudah diketahui masyarakat Suku Sentinel.

Begitu John menjejakkan kakinya ke pantai, ia langsung disambut hujan anak panah. John yang terluka parah kemudian dibiarkan meregang nyawa di pantai.

Dilansir dari Hindustan Times, Kamis (22/11/18), kepolisian setempat sudah melakukan investigasi kasus ini. Ada tujuh orang yang ditahan karena disangka terlibat.

“Termasuk nelayan yang membawa John Chau mendekati pulau itu,” kata Vijay Singh, petugas kepolisian setempat.

Penampakan anggota Suku Sentinel.
Foto: procproto.cz

Tak Mau Didatangi Orang Asing

Mleski ada kejadian yang oleh polisi dimasukkan dalam kasus pembunuhan tersebut. Tidak lantas membuat dunia luar bisa tahu kehidupan masyarakat Suku Sentinel.

Faktanya, tidak banyak yang bisa diketahui dari mereka. Berbagai literatur hanya menyebutkan bahwa Suku Sentinel  merupakan kelompok masyarakat di kepulauan Samudera Hindia, yang tidak memiliki hubungan dengan dunia luar.

Pulau Sentinel memiliki luas sekitar 60 kilometer persegi. Dari pulau itu ke daratan India, jaraknya sekitar 1.200 kilometer.

Pemerintah India memperkirakan, saat ini populasi yang ada di Pulau Sentinel itu kira-kira 100 sampai 150 orang. Masyarakat Suku Sentinel disebut-sebut mempunyai bahasa sendiri yang tak pernah diucapkan oleh masyarakat lain di dunia ini.

Pulau itu menjadi milik india sejak tahun 1947, tapi diakui sebagai negara bagian yang berdaulat. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat Suku Sentinel berburu dan membuat ramu-ramuan dari alam.

Sedikitnya literatur tentang Suku Sentinel disebabkan besarnya bahaya bagi orang asing yang masuk ke pulau tersebut. Masyarakat Suku Sentinel tak pernah ragu memanah setiap orang asing yang datang.

Bahkan, helikopter kepolisian India sempat mendapat serangan panah saat melintas di atas pulau itu. Untuk menjaga privasi dan kedaulatan Suku Sentinel, tahun 2017 Pemerintah India menerbitkan undang-undang yang melarang siapapun mengambil foto atau video terhadap suku-suku di Kepulauan Andaman, termasuk Suku Sentinel.

Pulau Sentinel Utara di Samudera Hindia.
Foto: framework.latimes.com

Saat terjadi tsunami besar tahun 2014, Pemerintah India menyatakan Suku Sentinel selamat. Namun, pemerintah tak bisa melakukan inventarisir keadaan di pulau itu.

Helikopter pemerintah yang ingin memeriksa kondisi Pulau Sentinel pasca-tsunami, justru mendapat tembakan anak panah.

Suku Sentinel bukan satu-satunya suku terasing di Kepulauan Andaman di Samudera Hindia. Tapi, yang lain masih bisa membuka diri dan menerima peradaban dunia luar.

Sedangkan Suku Sentinel, tegas menolak orang asing menginjakkan kaki ke tanah mereka. Kalau ada yang nekat datang, maka anak panah siap menyambut.

Editor : Yuri B Trisna
Dikutip dari berbagai sumber