pelantar.id – Jabatan Yoshitaka Sakaruda sungguh mentereng, Kepala Keamanan Siber Jepang. Tapi siapa sangka, pria kelahiran 20 Desember 1949 itu sama sekali tak mengerti tentang komputer.

Bahkan, ia mengaku tak pernah memakai komputer selama hidupnya. Bagaimana bisa? Padahal, selain Kepala Keamanan Siber Jepang, Sakurada juga seorang Menteri yang bertanggung jawab atas Olimpiade. Dan tugas itu menuntut seseorang untuk melek teknologi.

Iklan

“Sejak berusia 25 tahun, saya sudah memiliki sekretaris dan karyawan. Saya tak pernah menggunakan komputer,” ujarnya dikutip dari japantimes.co, Senin (19/11/18).

Sakurada sudah menyatakan bahwa ketidaktahuannya menggunakan komputer merupakan salah satu kelemahan dirinya. Pernyataan politisi dari Partai Demokrat Liberal itu kontan membuat heboh masyarakat Jepang.

Oleh Pemerintahan Jepang, Sakurada ditugaskan untuk mengawasi kebijakan tentang hal-hal berkaitan dengan komputer. Pernyataan tentang ketidaktahuannya terhadap komputer disampaikan Sakurada saat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Masato Imai, seorang anggota parlemen independen (setingkat DPRD).

“Ini mengejutkan saya bahwa seseorang yang bahkan tidak menyentuh komputer bertanggung jawab untuk menangani kebijakan keamanan dunia maya,” kata Imai.

Sakurada menegaskan pernyataannya itu ketika Takeshi Saiki, anggota Partai Demokrat untuk Rakyat, bertanya kepada Sakurada tentang langkah-langkah yang ada untuk menjaga terhadap serangan cyber pada pembangkit listrik tenaga nuklir.

“Saya tidak tahu rincian tepatnya,” kata dia. Meski demikian, Sakurada mengatakan, keamanan siber adalah masalah penting bagi pemerintah dan dia yakin akan kemampuannya sebagai menteri yang diberi tanggung jawab pada bidang ini.

Baca Juga :

Paspor Jepang Paling Kuat di Dunia, Indonesia Nomor 67

Pada rapat Komite Anggaran, Sakurada juga dikritik karena tak bisa memberi jawaban memuaskan terhadap pertanyaan-pertanyaan mendasar. Termasuk soal tiga pilar kebijakan penyelenggaraan Olimpiade dan Paralimpik Olimpiade Tokyo 2020 dan anggaran acara.

Pembahasan tentang itu sering terputus karena Sakurada hampir sepenuhnya mengandalkan ajudannya untuk menjawab pertanyaan. Sakurada menyampaikan permohonan maaf atas kelemahannya tersebut.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Jepang, termasuk tuntutan mudur dari masyarakat. Informasinya, Pemerintah Jepang masih ingin memberi kesempatan bagi Sakurada untuk membuktikan diri.

Sakurada ditunjuk sebagai Kepala Keamanan Siber Jepang sebulan lalu, pascapemilihan ulang Perdana Menteri, Shinzo Abe. Salah satu tugas terdekatnya adalah, mengawasi sistem keamanan komputer untuk pelaksanaan Olimpiade di Tokyo tahun 2020.

 

Editor : Yuri B Trisna

Iklan