pelantar.id – Aksi PPLIPI Peduli menggalang dana bantuan untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah disambut gembira para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Mereka senang ikut dalam kegiatan itu, dengan menyisihkan 10 persen hasil penjualan untuk amal.

Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar aksi peduli untuk para korban gempa dan tsunami Palu, Sigi, Donggala, Sulawesi Tengah, di Gedung Sudirman Square Imperium, seberang Mapolresta Barelang, Batam, Sabtu dan Minggu (3-4/11/18). Kegiatan amal itu diisi berbagai kegiatan, salah satunya Bazar UMKM.

Laporan panitia, ada 40 pelaku UMKM yang terlibat dan mengisi stan yang ada dengan produk-produk mereka.

“Kita ingin membangun dan meningkatkan rasa kepedulian kita kepada sesama, terutama untuk saudara-saudara kita di Palu, Sigi dan Donggala. Kegiatan ini kita laksanakan dengan gembira, sebagai wujud rasa syukur, sekaligus keprihatinan dan beramal,” ujar Ketua DPW PPLIPI Kepri, Lenny Terek.

“Sepuluh persen dari hasil penjualan di bazar ini, akan sumbangkan untuk saudara-saudara kita di sana. Semoga kita semua ikhlas,” sambungnya.

Jajaran pengurus PPLIPI Kepri foto bersama di acara pembukaan PPLIPI Peduli Gempa Sulawesi, Sabtu (3/11/18).
Foto : PELANTAR/Fathurrohim

Bazar dalam kegiatan PPLIPI Peduli berjalan semarak. Transaksi yang dilakukan antara penjual dan pengunjung terjadi dengan perasaan gembira. Para pelaku UMKM mengaku sengaja ikut di kegiatan itu karena memang untuk beramal. Karenanya, mereka tidak terlalu mematok keuntungan selayaknya jualan biasa.

Lisna, misalnya. Pemilik usaha Isnapuring Craft hadir di bazar itu dengan menjajakan aneka anyaman eceng gondok dan rajutan. Seperti topi, tas perempuan, vas bunga, dan sandal jepit. Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai Rp50 ribu hingga Rp15 juta untuk tiap produknya.

Lisna mengatakan, kegiatan PPLIPI Kepri sangat membantunya dalam mengenalkan produk-produknya. Selain itu hadirnya Isnapuring Craft dalam kegiatan itu juga turut menjadi motivasi baginya serta ibu-ibu lainnya dalam berkreasi dan berkarya sambil beramal.

“Hasil karya kami sebenarnya sudah dikenal di Malaysia dan Singapura, namun untuk di dalam negeri masih belum. Semoga hadirnya Isnapuring dalam kegiatan ini bisa mengenalkan produk kami, kalau ada yang beli itu bonus saja,” ungkapnya.

Lisna menunjukkan karyanya di bazar dalam kegiatan amal PPLIPI Kepri Peduli, Gedung Imperium, Batam, Sabtu (3/11/18).
Foto : PELANTAR/Fathurrohim

Menurut Lisna, seluruh produk yang dihasilkan merupakan hasil tangan kreatifnya bersama beberapa ibu yang aktif di Isnapuring Craft. Bahan-bahannya berupa tanama eceng gondok diambil dari Dam Seibeduk, Tanjungpiayu, dan beberapa limbah plastik seperti botol minuman.

Sehingga kegiatan yang mereka lakukan selain menghasilkan satu produk dengan nilai ekonomis, juga turut mengurai limbah plastik.

“Senang bisa ikut aksi peduli ini, karena acaranya beda dengan aksi-aksi penggalangan dana lain. Di sini suasana juga penuh kekeluargaan. Sejak awal, kami sudah ikhlas memberi 10 persen hasil penjualan untuk disumbangkan,” ujarnya.

Selain Isnapuring Craft, berbagai UMKM lain juga menjajakan produk jasa dan lainnya seperti pakaian, makanan, dan parfum. Hal itu membuat para pengunjung betah. Apalagi, di acara itu juga banyak ditampilkan kegiatan lain seperti demo memasak, senam zumba, line dance hingga lomba mewarnai untuk anak-anak TK.

 

Reporter : Fathurrohim

Editor : Yuri B Trisna