pelantar.id – Sebanyak 8.521 warga Kota Batam, Kepulauan Riau terserang penyakit mematikan HIV dan AIDS. Dari jumlah itu, sebanyak 745 orang meninggal dunia.

Dinas Kesehatan Kota Batam mencatat, warga yang terjangkit virus HIV di kota industri itu sebanyak 6.141 orang. Sedangkan penderita AIDS tercatat sebanyak 2.380 orang.

Iklan

Data tersebut merupakan hasil pencatatan Dinas Kesehatan Batam pada periode Januari-Juni 2018. Karena itu, jumlah penderita maupun yang meninggal hingga akhir tahun ini bisa saja bertambah.

“Dari Januari sampai Juni 2018, penderita HIV dan AIDS yang meninggal dunia sebanyak 745 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi dikutip Tribunnews.com, Selasa (4/12/18).

Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi

Menurut Didi, tingginya angka penderita HIV/AIDS di Batam bukan berarti penanganan terhadap penyakit itu buruk. Sebaliknya, banyaknya penderita yang terdata menunjukkan bahwa program pemerintah sedang berjalan baik.

“Artinya, semakin banyak pengidap atau penderita yang terlacak. Dengan demikian, proses penanganan medis terhadap mereka yang masih tahap terjangkit virus HIV bisa cepat diobati agar tidak masuk tahap penderita AIDS,” ujarnya.

Didi berharap, penanganan penyakit HIV/AIDS di Batam bisa maksimal. Untuk itu, diperlukan peran aktif masyarakat dan instansi lain untuk bersama-sama melakukan tindak pencegahan terhadap penyakit tersebut.

Tahun 2019, lanjut Didi, pihaknya akan mengajukan Rencana Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penanggulangan HIV/AIDS. Ia berharap, dengan adanya perda itu, penanganan HIV/AIDS bisa lebih fokus dan terarah sehingga dapat menekan jumlah penderita.

Baca Juga : 

Pemkab Karimun Kampanyekan Pencegahan Penyakit TB dan HIV/AIDS

Sempena peringatan hari Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) Sedunia pada 1 Desember, Didi mengimbau dan mengajak masyarakat menghindari perilaku yang bisa mengundang masuknya HIV/AIDS. Salah satunya, setia pada pasangan.

Ia mengatakan, penyakit AIDS yang disebabkan penyebaran virus Human Immunodeficiency Virus(HIV) patut diwaspadai karena masih menjadi penyakit mematikan di seluruh dunia. Karena itu, masyarakat diharapkan bisa ikut mencegah penyebaran HIV mulai dari lingkungan masing-masing.

Kepada mereka yang berisiko HIV, Didi mengimbau agar segera memeriksakan diri dan melakukan tes HIV. Jika sudah positif terjangkit HIV, diminta rajin berobat agar mendapat penanganan medis yang intensif.

 

 

Editor : Yuri B Trisna

Iklan