pelantar.id – Terobosan untuk meningkatkan pendapatan dari sektor parkir terus dilakukan Pemerintah Kota Batam. Setelah memberlakukan denda bagi pengendara yang parkir sembarangan, mulai Desember 2018, Batam akan uji coba parkir elektronik dengan pembayaran menggunakan pulsa.

Kepala UPT Parkir Dinas Perhubungan Pemko Batam, Alexander mengatakan, mulai Desember 2018, pihaknya akan mulai memberlakukan sistem parkir elektronik di pinggir jalan. Caranya dengan menggunakan pembayaran T-Cash Telkomsel, jadi tidak dengan tunai.

Dengan cara itu, nantinya pulsa T-Cash warga secara otomatis akan terpotong dari handphone. Untuk tahap awal warga harus mengunduh aplikasi T-Cash Telkomsel dan e-Parking Batam.

Selanjutnya, T-Cash dan e Parking ini akan tersambung satu dengan yang lainnya.Tetapi ini khusus warga pemilik ponsel android.

”Makanya masih kami berlakukan di kawasan Batam Center dan Nagoya. Karena kami yakin, rata-rata masyarakat di sini sudah punya android. Dan perlu saya tegaskan ini masih uji coba,” katanya.

Alexander mengatakan, pemberlakuan sistem parkir elektronik ini untuk sementara akan diberlakukan di 100 titik dengan 100 juru parkir atau jukir. Dimana setiap jukir akan dilengkapi dengan ponsel android. Ini untuk menghubungkan android warga dengan android jukir.

”Kami sudah MoU dengan Telkomsel. Tetapi belum diikat kerja samanya. Nanti jukir akan ada androidnya dan dihubungkan ke android warga melalui kode tertentu,” jelasnya.

Meski demikian, Ia menegaskan bahwa warga yang belum mengunduh atau men-download aplikasi T-Cash tetap bisa membayar dengan uang cash atau manual. Dan ia memastikan jukir tidak boleh menolak apakah warga akan membayar uang cash atau menggunakan elektronik.

”Pada akhirnya nanti kami akan berlakukan ini di semua daerah. Dan kita yakin ini akan signifikan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah dari parkir tepi jalan,” katanya.

Layanan TCASH Telkomsel

T-Cash adalah uang elektronik yang diselenggarakan oleh Telkomsel yang telah terdaftar dan diawasi oleh Bank Indonesia, memiliki fungsi yang sama dengan uang tunai sebagai alat pembayaran yang sah, dimana nilainya setara dengan nilai uang tunai yang disetorkan terlebih dahulu ke rekening T-Cash.

Sosialisasi Minim

Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Uba Ingan Sigalingging mengatakan, bahwa sistem T-Cash untuk pembayaran parkir pinggir jalan belum tepat dilakukan. Apalagi sosialisasinya masih sangat minim.

Hal lain yang menurutnya masih mengganjal adalah, program ini hanya berlaku untuk warga yang memiliki android.

”Saat ini banyak yang belum menguasai teknologi. Lalu bagaimana ini bisa jalan. Dan bagaimana nantinya kalau memang warga yang tidak punya ponsel android,” katanya.

Menurut Uba, sistem ini perlu dipertimbangkan lagi. Tetapi yang paling penting adalah sosialisasi harus dilakukan terus menerus oleh Dishub Batam. Ia berharap, dengan sistem apa pun itu, pendapatan dari parkir harus signifikan peningkatannya.

”Kalau memang tidak ada peningkatannya untuk PAD buat apa? Baguisan dengan sistem yang ada sekarang ini,” kata legislator Partai Hanura ini.

Sumber : Batampos.com