pelantar.id – Lalu lintas orang asing di Kota Batam, Kepulauan Riau cukup tinggi. Hal itu dikarenakan posisi Batam yang berbatasan langsung dengan banyak negara, di antaranya Singapura dan Malaysia.

Sebagai kota transit, Batam juga berpotensi menjadi pintu masuk kegiatan yang melanggar hukum. Seperti penyelundupan orang, narkoba dan barang-barang larangan lainnya. Karena itu, pemerintah setempat terus mengintensifkan koordinasi untuk pengawasan arus masuk dan keluar orang asing.

Kepala Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Lucky Agung Binarto mengatakan, pihaknya bersama DPRD Kota Batam kini tengah menjajaki pembuatan rancangan peraturan daerah (Perda) yang mengatur tentang pemantauan dan pengawasan terhadap orang asing.

“Tadi kami bertiga dengan Komisi I. Rencananya kita akan buat Perda tentang pemantauan orang asing. Kami sangat mendukung adanya perda tersebut,” katanya usai menggelar pertemuan tertutup di Komisi I DPRD Batam, Batam Center, Senin (19/11/18).

Menurut Lucky, Batam termasuk yang tertinggi di antara daerah lain di Kepri terkait arus masuk orang asing. Selain untuk tujuan wisata, para orang asing itu juga datang untuk kepentingan bisnis dan lainnya.

Ia menganggap perda tentang pengawasan orang asing itu penting untuk mengantisipasi terjadinya pelanggaran hukum.

Baca Juga : 

Imigrasi Batam Deportasi 48 WNA

Di tempat yang sama, Ketua Komisi I DPRD Batam, Budi Mardianto mengatakan, Imigrasi adalah salah satu mitra kerja Komisi I. Isu tentang orang asing memang sering mengemuka.

Komisi I DPRD Batam bersama Imigrasi sepakat, harus ada peningkatan koordinasi di semua instansi terkait lalu lintas orang asing ini. Bukan hanya orang asing pribadi, tapi juga termasuk organisasi atau lembaganya.

“Kami akan mengkaji rancangan perda itu. Nanti setelah dibahas, akan diusulkan ke paripurna. Jika lolos, akan dibuatkan panitia khusus,” ujarnya.

Menurut dia, perda yang mengatur tentang pengawasan orang asing ini akan menjadi landasan pemerintah atau pihak berwenang dalam melakukan pemantauan dan pengawasan masuknya orang asing ke Batam.

 

 

Reporter : Fathurrohim
Editor : Yuri B Trisna