pelantar.id – Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita menegaskan, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) tak perlu melakukan impor bahan kebutuhan pokok. Ia memastikan stok barang-barang kebutuhan pokok di kota itu aman sampai akhir tahun ini.

“Tidak usah, tak perlu (impor),” kata Enggar saat meninjau Pasar Pujabahari, Nagoya Batam, Minggu (11/11/18).

Enggar mengatakan, meski Batam berstatus kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (Free Trade Zone/FTZ), namun pemerintah tetap memberlakukan pembatasan impor bagi Batam, sebagaimana daerah lainnya di Indonesia.

“Semua sama, ini kan wilayah Republik Indonesia juga,” katanya.

Ia mengakui, Pemerintah Kota Batam dan daerah lainnya di Kepri sudah berulangkali mengajukan pembukaan keran impor untuk barang-barang kebutuhan pokok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Alasan pemerintah daerah, Batam bukan daerah penghasil, dan sangat tergantung dengan daerah lain di luar Kepri.

Enggar menegaskan, pihaknya sudah memikirkan bagaimana cara memenuhi kebutuhan masyarakat Batam tanpa harus impor dari luar negeri. Caranya, dengan memperlancar pasokan daerah lain di Indonesia.

“Ini memang menjadi perhatian kami. Pak Wali (Wali Kota Batam, Muhammad Rudi) selalu bilang, kalau (Batam) tak bisa impor, tolong cukupi kebutuhan. Makanya saya juga concern dengan masalah ini, kalau tidak bisa marah nanti beliau,” kata Enggar sambil tertawa.

Menurut Enggar, tidak ada alasan bagi distributor di Batam melakukan impor pangan khusus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di kota itu. Ia menegaskan, pembatasan impor diterapkan juga untuk membantu petani lokal.

“Hasil dari petani lokal juga bagus dan aman, masih mampu memenuhi permintaan sampai akhir tahun ini. Jadi, tidak ada alasan untuk impor,” kata dia.

Mendag Enggartiasto Lukita meninjau Pasar Pujabahari, Batam, Minggu (11/11/18).
Foto : Dok. Kemendag

Harga Kebutuhan Pokok Stabil

Saat meninjau ke Pasar Pujabahari, Enggar berdialog dengan sejumlah pedagang. Ia berkesimpulan, selain stok bahan kebutuhan pokok aman, harga-harga juga stabil.

“Saya tegaskan, harga sejumlah komoditi pangan di Batam masih stabil,” ujarnya.

Enggar mencontohkan, stok bawang putih di Batam aman dan harga jualnya juga normal yaitu Rp15 ribu per kilogram. Kemudian, telur ayam ras Rp38 ribu per papan.

Soal beras, menurut Enggar, memang ada pengecualian. Dari beras-beras yang dijual di Pasar Pujabahari, harga beras kualitas premium dijual Rp12 ribu per kilogram. Untuk diketahui, beras premium kebanyakan adalah beras impor.

Enggar berjanji, akan menginstruksikan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menyediakan beras medium dengan harga jual Rp9.950 per kilogram sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Ia mengingatkan pedagang agar menjual beras medium.

“Masyarakat harus diberikan pilihan membeli beras sesuai kemampuannya. Jika beras medium dijual secara luas, maka peredaran beras premium bisa ditekan,” ujarnya.

 

Reporter : Fathurrohim
Editor : Yuri B Trisna