pelantar.id – Satu perusahaan jasa transportasi laut di Batam, Batamfast akhirnya mengumumkan pengumpulan dana untuk Gempa Palu, Rabu (31/10/2018) di Kantor Asianfast, Sekupang. Batamfast berhasil mengumpulkan dana mandiri dengan total Rp205.825.370 selama dua minggu penggalangan dana.

Penggalangan dana tersebut langsung diserahkan kepada pihak Palang Merah Indonesia (PMI) Batam yang langsung hadir di kantor Asianfast untuk serah terima. Batamfast menggalang dana mulai dari tanggal 4-16 Oktober atas persetujuan Dinas Sosial Batam.

Menurut Asisten Sales dan Marketing Manager Batamfast, Fransiska Tan penggalangan dana dilakukan dengan cara menaruh 20 kotak berdana di konter Batamfast,  kapal feri dan dari donasi dua dolar dari setiap pembelian tiket feri Batam-Singapura.

“Semua dana terkumpul sudah kami rupiahkan namun ada penumpang yang menyumbang dengan mata uang Vietnam, Thailand, India yang tidak dapat dirupiahkan karena money changer tidak mau menukarkan dan ada dua mata uang dalam bentuk koin,” kata dia.

penyerahan dana bantuan gempa dari Batamfast ke PMI Batam/foto: elizagusmeri/pelantar.id

Dari dana total yang dihimpun tersebut, Batamfast merinci, dari kotak-kotak donasi terkumpul Rp33.005.370, dari penjualan tiket feri di konter Batam Rp32.260.000 dan penjualan dari tiket di konter Singapura Rp140.560.000. Setelah diserahkan ke PMI Batam untuk diserahkan ke PMI Pusat, Batamfast berharap uang berdana tersebut dapat sampai pada tujuan (Korban Gempa Palu).

“Tujuan kami hanya membantu, mudah-mudahan dapat meringankan masyarakat korban gempa,” kata pihak Manajemen Group Financial Controller Asianfast, Lyndon Valmonte.

Sementara dari pihak PMI Batam sendiri hadir langsung, Wakil Ketua PMI Batam, Asmin Patros. Asmin langsung memberikan apresiasi dan mengungkapkan rasa terima kasih, karena menurutnya Palu masih membutuhkan dana bantuan.

“Saya berterima kasih karena Batamfast masih berniat untuk membantu korban gempa, dan selayaknya perusahaan lain dapat mencontoh, sementara kami masih menghimpun dana dari Batam dan luar Batam. Untuk total dana yang terkumpul di PMI Batam diperkirakan sudah mencapai Rp300 jutaan,” kata Asmin.

Ditambahkan Yantri perwakilan dari PMI Batam bahwa saat ini di Palu yang paling dibutuhkan adalah ketersediaan mesin pompa air bersih. Sementara untuk persediaan air bersih PMI sudah menyediakan 22 tangki air di titik bencana. Untuk membantu korban bencana di sana, PMI juga sudah siap dengan 10 titik posko bantuan dan tenda pengungsi.

=============
oleh eliza gusmeri