pelantar.id – Bupati Bintan, Apri Sujadi sangat ingin anak-anak Bintan, Kepulauan Riau gemar mengaji. Dengan rajin mengaji, diharapkan tumbuh generasi yang Islami, dan mencintai Alquran hingga akhir hayat.

Untuk merelasisasikan keinginannya itu, Apri pun menggagas gerakan Bintan Mengaji. Konsepnya, selesai salat maghrib hari Kamis malam, setiap anak mulai dari jenjang Taman Pendidikan Quran (TPQ), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengaji kitab suci selama 15 menit.

Apri tak mau Bintan Mengaji hanya sekadar wacana. Ia lantas menuangkan gagasan tersebut dalam peraturan bupati (perbup). Perbup tentang Bintan Mengaji itu segera ditekennya, untuk kemudian dibuatkan surat edaran yang disebar ke seluruh sekolah, masjid, mushala dan taman-taman pendidikan Alquran. Termasuk ke seluruh kantor kelurahan dan desa di Bintan.

Keseriusan Gerakan Bintan Mengaji sudah diluncurkan yang ditandai dengan kegiatan bersalawat dan mengaji selepas salat maghrib di Masjid Al-Hasanah Kampung Seidatuk, Kijang Kota, Bintan, Kamis (1/11/18).

Gerakan Bintan Mengaji dimulai di Masjid Al-Hasanah, Kijang Kota, Bintan, Kamis (1/11/18).
Dok. Pemkab Bintan

Mengutip laman resmi Pemerintah Kabupaten Bintan, bintankab.go.id, ada sekitar 36.200 pelajar se-Bintan mulai dari PAUD sampai SMP yang mengikuti mengaji serentak sesudah salat maghrib tersebut.

“Sebenarnya, peluncuran Bintan Mengaji dilakukan tepat pada peringatan Hari Santri Nasional, pekan lalu di Tanjunguban. Tapi pelaksanaannya mulai tanggal 1 November 2018, dipusatkan di Masjid Al-Hasanah Kijang Kota,” kata Apri Sujadi.

Catatan Pemkab Bintan, ribuan pelajar itu, mengaji di 395 masjid dan mushala yang tersebar di seluruh kecamatan di Bintan. Untuk mengajari anak-anak itu mengaji dengan baik dan benar, Pemkab Bintan melibatkan ratusan guru ngaji, pengelola TPQ, pengurus mesjid dan guru-guru agama.

Para pihak yang akan mengawal dan mengajar mengaji itu sebelumnya sudah diundang Apri Sujadi berkumpul di Aula Kantor Bupati Bintan, Bandar Seri Bentan, Selasa (30/10/18) pagi. Dalam pertemuan itu, ia menegaskan, gerakan Bintan mengaji bukan sekadar seremoni atau bahkan untuk gagah-gagahan semata.

Menurut Apri, kegiatan mengaji selepas salat harus dijalankan. Membangun generasi yang Islami, yang mencintai Alquran dan menjadikannya sebagai pedoman hidup, harus diterapkan kepada generasi muda sejak usia dini.

“Untuk saya, mengaji sesudah salat maghrib, khususnya Kamis malam, bisa dikatakan hal yang wajib dilakukan. Gerakan Bintan Mengaji ini juga untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak kita kepada Alquran,” ujarnya.

OPD Ditugaskan Memantau
Agar program Bintan Mengaji konsisten dan tidak layu di tengah jalan, Apri menginstruksikan jajarannya terutama para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memantau, mengawal dan mengawasi. Setiap pejabat di OPD, diberi tanggung jawab mengawasi pelaksanaan Bintan Mengaji di satu masjid atau mushala.

Apri mengajak semua elemen masyarakat yang beragama Islam di daerah itu bergerak mensukseskan program Bintan Mengaji. Remaja-remaja masjid, pengurus masjid, guru-guru agama, kepala sekolah, orangtua dan tokoh-tokoh masyarakat Bintan pun diminta aktif mendukung gerakan ini.

“Kita semua harus kompak agar program ini bisa berjalan. Kalau hanya mengajak atau mengimbau, tak akan bisa. Kita semua harus terlibat dan bertanggung jawab di dalamnya,” kata Apri dalam pertemuan bersama para guru, pengurus masjid dan kepala sekolah di kantornya, Kamis lalu.

Bupati Bintan, Apri Sujadi bersama istri menyalami santri pada peringatan Hari Santri Nasional di Tanjunguban.
Dok. Pemkab Bintan

Dalam gerakan Bintan Mengaji, Apri juga memerintahkan seluruh kepala OPD untuk aktif membangun komunitas mengaji di masjid atau mushala yang ada di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Dalam rapat itu, juga hadir Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam, Sekretaris Daerah Bintan Adi Prihantara dan sejumlah kepala OPD. Di akhir pertemuan, Apri mengajak jajarannya untuk berkeliling meninjau masjid-masjid yang ada di Bintan.

Kepala Dinas Pendidikan Bintan, Tamsir menegaskan, pihaknya sudah menyampaikan program Bintan Mengaji kepada seluruh pengurus sekolah mulai dari TPQ, PAUD, TK, SD sampai SMP. Semua lini di sekolah dikerahkan untuk ikut menjalankan gerakan Bintan Mengaji.

Tamsir pun mengajak para orangtua siswa agar ikut mendukung gerakan Bintan Mengaji. “Dukungan dari orangtua siswa sangat diperlukan. Caranya, orangtua bisa menyuruh atau mengajak anak-anaknya ke masjid atau mushala untuk mengaji,” kata dia.

 

Editor : Yuri B Trisna