pelantar.id Salim Grup diketahui sedang membangun bandara di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Bandara itu diproyeksikan mampu menampung penumpang hingga satu juta per tahun.

Proyek pembangunan bandara tersebut juga menggandeng BUMN operator bandara yakni PT Angkasa Pura II.
Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin mengatakan, bandara itu dibangun untuk kebutuhan akses menuju kawasan resort yang dimiliki Salim Group di Bintan.

“Butuh airport untuk kawasan resort yang ada di sana,” ujarnya dalam sebuah diskusi di Jakarta, pekan lalu.

Baca Juga : 

Investasi Jembatan Batam-Bintan Membengkak hingga Rp11 Triliun

Ia mengatakan, bandara yang dibangun Salim Group itu tidak berkapasitas besar, yakni untuk menampung sekitar satu juta penumpang per tahun. Namun, landasan pacu yang dibangun cukup besar dengan panjang mencapai 3.000 sampai 4.000 meter.

Dengan demikian, bandara tersebut dapat mengakomodir pesawat berbadan lebar (wide body) yang biasa digunakan untuk penerbangan jarak jauh. Awaluddin mengatakan, lokasi bandara itu cukup berdekatan dengan Bandara Raja Haji Fisabilillah di Kota Tanjungpinang dan Bandara Hang Nadim di Kota Batam.

Baca Juga : 

KBRI Promosikan Wisata Bintan pada 12 Diplomat Asing

Menurut Awaluddin, AirNav cabang Tanjungpinang yang ada di Bandara Raja Haji Fisabilillah nantinya akan bertanggung jawab terhadap pengelolaan ruang udara APP di atas bandara yang dibangun Salim Grup. Bandara baru itu akan menjadi salah satu infrastruktur yang dibangun murni dari investasi swasta, di samping saat ini juga tengah bersiap pembangunan Bandara Kediri yang diinisiasikan oleh PT Gudang Garam Tbk.

Sumber : CNBC Indonesia.com