pelantar.id – Pemerintah Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau terus mengembangkan produktivitas masyarakat yang menjadi anggota Desa Perempuan Indonesia Maju Mandiri (Desa Prima). Di antaranya dengan memberi pelatihan pembuatan kerajinan tangan kepada 15 anggota Desa Prima di Balai Pertemuan Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Kamis (20/9).

Kepala Desa Pongkar, Zahir mengatakan, sebagai daerah yang ditetapkan menjadi lokasi pariwisata, pihaknya kini terus berinovasi dan akan melakukan pengembangan di sektor kerajinan tangan. Dengan demikian, diharapkan program pembinaan dan pengembangan Desa Prima oleh Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Karimun tepat sasaran.

“Dengan pelatihan dan inovasi berkesinambungan, masyarakat Desa Pongkar termasuk anggota di Desa Prima diharapkan mampu meningkatkan perekonominnya melalui hasil karya atau kerajinan sendiri. Saat ini, kami masih fokus pada pembuatan sandal untuk kebutuhan hotel,” katanya.

Baca Juga : Desa Prima Dorong Peningkatan Ekonomi Perempuan Karimun

Zahir mengatakan, setelah pelatihan tersebut, pihaknya berencana mengembangkan produk kerajinan tangan tersebut dalam pemasaran dengan sasaran seluruh hotel yang ada di Karimun. Hal ini dianggap menjadi peluang bagi masyarakat untuk menambah bahkan meningkatkan perekonomian keluarga.

“Keinginan masyarakat sini (Pongkar) mau membuat sandal hotel karena hotel-hotel di Karimun banyak yang belum punya sandal hotel. Nanti akan dibuat bentuknya khas dan punya merk dari Desa Pongkar,” kata dia.

Untuk pemasaran, Desa Pongkar berkoordinasi dengan beberapa dinas terkait, seperti Dinas Perindag, UKM, Koperasi dan ESDM Kabupaten Karimun, Dinas Pariwisata Seni dan Budaya (Disparbud) dan instansi lainnya.

Anggota Desa Prima mengikuti pelatihan pembuatan kerajinan tangan dari limbah rumah tangga berupa bingkai foto, yang ditempel kulit kerang di Balai Desa Pangke Kecamatan Tebing, Karimun, Kamis (20/9)
Foto: PELANTAR/Abdul Gani

Kepala Disdalduk KB PPPA Karimun, Chaironi melalui Kasubbid PUG dan PP, Kyushu Marina mengatakan, Desa Prima merupakan desa percontohan yang bertujuan untuk menanggulangi kemiskinan, sekaligus meningkatkan ekonomi perempuan. Dengan memanfaatkan semua potensi yang ada dan melibatkan segenap peran lintas sektoral, sesuai dengan program sektornya
masing-masing.

“Sasarannya mengoptimalkan peran perempuan atau kaum ibu di desa sebagai awal peningkatan perekonomian perempuan, untuk mewujudkan perempuan yang mandiri,” katanya.

Dalam pelatihan itu, dihadirkan dua narasumber yang merupakan pelaku usaha kerajinan tangan. Sebelumnya, Rabu (19/9) juga telah digelar kegiatan serupa di Desa Pangke Kecamatan Meral Barat dengan jumlah 75 peserta gabungan yakni dari Desa Pangke dan Desa Pangke Barat, serta dari Kecamatan Meral yakni Kelurahan Sungai Pasir yang juga sudah ditunjuk sebagai Desa Prima di Kabupaten Karimun.

Reporter : Abdul Gani
Editor : Yuri B Trisna