Pelantar.id – Perayaan HUT ke-18 DPRD kota Batam terasa istimewa karena untuk pertama kalinya merayakan bersama kaum disabilitas. Ulang tahun DPRD Kota Batam ke-18 jatuh pada 31 Oktober dan dirayakan pada Jumat (2/11).

Ketua komunitas disabilitas Batam, Lagalo (60) mengatakan, dilibatkannya kaum disabilitas merupakan bentuk perhatian dari pemerintah. Ia berharap tidak hanya DPRD Kota Batam tetapi juga unsur pemerintah lainnya untuk berbuat hal yang sama.

“Semoga bisa seterusnya kami dilibatkan dan diperhatikan,” kata Lagolo yang mengepalai sekitar 900 anggota Komunitas Disabilitas Batam.

Hadirnya masyarakat mendampingi kaum disabilitas, lanjut Lagolo, menjadi hal yang sangat dibutuhkan. Menandakan hadirnya persamaan dan kesetaraan di tengah kekhususan yang dimiliki kaum disabilitas.

Dalam perayaan ini, puluhan orang dengan kebutuhan khusus tersebut hadir dalam posisi yang lebih istimewa dibanding masyarakat pada umumnya. Tidak hanya menerima kupon berhadiah, mereka juga dibekali dengan bingkisan dipenghujung acara.

Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto mengatakan, selain melibatkan kaum disabilitas, perayaan HUT DPRD Kota Batam ke-18 ini juga berupaya memaksimalkan hadirnya generasi islam cerdas di masa mendatang. Hal ini terlihat dari hadirnya acara uji petik kitab kuning oleh anak-anak di usia sekolah dasar.

15 anak yang selama sekitar 20 hari belajar kitab kuning, akan diuji oleh pengajar dari Malaysia dan Singapura.

“Kami ingin anak-anak ini bisa mengenal dan memulai untuk belajar lebih jauh tentang kitab kuning,” kata Kepala Pusat Pelatihan Qiroatul Kutubut Turots Alghoyah, Abdurrohman Nabrowi.

Abdurahman melanjutkan, nantinya anak-anak akan diuji bacaan kitab kuning Syarah Alfiah Ibnu Aqil, kitab yang telah berusia sekitar 800 tahun. Kitab kuning sendiri adalah istilah untuk kitab klasik yang merupakan warisan para ulama. Tulisan tanpa baris, yang bersumber dari al-qur’an dan hadist berisi pesan-pesan keagamaan.

“Kitab kuning ini menghadirkan pilihan untuk menghadapi persoalan yang ada di masyarakat, tidak hanya satu sisi, namun banyak jalan lain tanpa harus menimbulkan perpecahan,” tutupnya.

=======
reporter: faturrohim
editor: eliza gusmeri