Pelantar.id – Sebanyak 1869 perahu jong berpartisipasi dalam Jong Race tahun ini di Batam.

Miniatur perahu kecil berlayar warna-warni tersebut siap menyemarakkan pesta permainan rakyat masyarakat pesisir Batu Besar.

Jong Race merupakan event tahunan yang sudah berlangsung bertahun tahun. Namun, sudah empat tahun terakhir diselenggarakan berturut-turut.

Acara ini resmi dibuka Wali Kota Batam, Rudi, di Pantai Tanjung Mak Dara, Nongsa, Batam, Rabu, 13 Maret 2019.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Batam, Hendriana Gustoni mengatakan, event olahraga rekreasi dan tradisional ini akan berlangsung hingga Jumat (15/3/19).

“Pesertanya berasal dari Batam dan luar Batam, dengan jumlah peserta 835 orang,” kata dia dalam pembukaan acara tersebut.

Lanjut Hendriana, kategori perlombaan jong dibagi ke dalam empat kategori, diantaranya perlombaan jong besar, jong sedang, jong kecil dan jong kategori anak-anak.

Terselenggaranya acara tersebut di bawah dukungan Dispora Batam menurut Hendriana bertujuan untuk tetap mempertahankan tradisi tersebut.

“Tujuannya untuk menjaga dan melestarikan budaya melayu, khususnya budaya permainan rakyat melayu,” kata dia.

Seperti diketahui, tradisi permainan rakyat ini diselenggarakan pada saat musim angin utara atau jatuh pada bulan Februari-Maret.

Pada masa ini masyarakat nelayan biasanya tidak melaut dan menjadikan event Jong Race sebagai momen mengisi waktu luang dan rekreasi.

Jong Race sendiri terbuat dari kayu pulai yang dirancang mirip perahu layar. Layarnya terbuat dari parasut dan berwarna warni. Jong berlayar menggunakan tenaga angin.

eliza gusmeri