pelantar.id – Muhammad Aldi (3), penderita penyakit tumor ganas di bagian mulut dikirim ke Rumah Sakit Arifin Ahmad Pekanbaru, Riau untuk mendapat tindakan medis intensif. Balita asal Moro, Kabupaten Karimun itu diberangkatkan Kamis (15/11/18) pagi dari RSUD Karimun.

Anak pasangan Yusmiati (35) dan Yusri (38) itu dibawa dari kampung halamannya di RT 003 RW 001 Desa Sugi Kecamatan Moro menuju RSUD Muhammad Sani Karimun, Selasa (13/11/18). Dua hari setelahnya baru diberangkatkan ke Pekanbaru melalui jalur laut, didampingi kedua orangtua dan tim perawat RSUD Karimun.

“Semua biaya keberangkatan termasuk biaya kebutuhan sehari-hari di Pekanbaru kami bantu. Sekarang ananda Aldi masih ditangani medis dan akan melewati tahapan kemo, untuk mengurangi benjolan di bagian mulut,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rahmadi di Tanjungbalai Karimun, Senin (19/11/18).

Rahmadi mengatakan, dipilihnya RS Arifin Ahmad Pekanbaru sebagai rujukan, karena saat Aldi menderita sakit kanker mata retina plastoma pata tahun 2017 juga dirawat di rumah sakit tersebut.

“Sebenarnya dokter yang menangani waktu itu meminta agar dilakukan kemo sedikitnya delapan kali, tapi baru empat kali Aldi sudah minta pulang. Sekarang muncul kanker ganas bagian mulut, apakah ini dampak dari matanya yang belum tuntas dikemo itu, saya tidak tahu persis,” jelas Rahmadi.

Ketika diberangkatkan ke Pekanbaru, Rahmadi sudah berpesan kepada kedua orangtua Aldi agar menuruti anjuran dokter. Aldi sebaiknya mendapatkan penanganan medis sesuai yang ditentukan pihak rumah sakit.

“Yang di bagian mata itu ternyata belum sembuh, dan beralih ke mulut. Jadi saya berpesan kepada keluarganya, harus ikuti anjuran dokter di sana. Jangan minta pulang dahulu sebelum selesai perawatan. Khawatirnya nanti ada resiko lain yang muncul,” kata dia.

Baca Juga : 

Ahmad Rafiadi, Bayi dengan Bonggol di Kepala Itu Kini Sudah Bisa Tertawa

Rahmadi belum dapat memastikan apakah kemo yang akan dijalani Aldi merupakan lanjutan dari kemoterapi sebelumnya atau mulai dari awal. Karena itu, ia tidak tahu sampai kapan Aldi akan dirawat di Pekanbaru.

Sakit yang diderita Aldi bermula sejak 2017 lalu. Ia didiagnosa mengalami tumor mata.

Aldi sempat menjalani perawatan medis dan kemoterapi hingga 4 kali di RS Ahmad Arifin Pekanbaru. Namun, penyakitnya tak sembuh, bahkan kini muncul penyakit lain.

Pada bagian mulutnya juga diserang tumor. Ada benjolan sebesar kepalan tangan orang dewasa pada ujung mulut sebelah kanan.

“Benjolan ini muncul sejak sebulan lalu. Pertama kami pikir hanya sakit gigi, tapi sebentar saja sudah semakin besar,” kata Yusri ditemui di RSUD Karimun, sebelum berangkat ke Pekanbaru.

Yusri mengaku sudah lama disarankan membawa putra kelimanya itu ke Pekanbaru. Namun, ia tak bisa karena tak punya biaya.

“Untuk berobat kami pakai Jamkesda, dibiayai pemerintah. Tapi untuk biaya berangkat dan biaya selama di sana itu yang bikin kami bingung. Sekarang saja saya tak bekerja, saya pun sebenarnya lagi sakit,” ujarnya.

 

 

Reporter : Abdul Gani
Editor : Yuri B Trisna