pelantar.id – Banjir yang merendam dua desa dan satu kelurahan di Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau sudah semakin surut. Puluhan warga yang sempat mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing, Sabtu (3/11/18) sore.

Pantauan di lapangan, jika pada Sabtu pagi ketinggian air di Tanjungsari, Kelurahan Gadingsari yang sebelumnya menjadi wilayah terkena banjir terparah kondisinya berangsur normal. Ketinggian air yang sejak Jumat (2/11/18) sore dan Sabtu pagi mencapai pinggang orang dewasa, pada Sabtu sore pukul 17.30, ketinggian air surut mulai setinggi betis sampai mata kaki orang dewasa.

Warga yang rumahnya terendam banjir pun tampak sibuk membersihkan sisa-sisa lumpur dan sampah yang dibawa air masuk ke rumah. Warga juga membuat pembatas air di sekitar pintu agar air tidak masuk lagi ke rumah.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq juga sudah meninjau ke lokasi banjir, Sabtu pukul 16.00. Ia mendatangi rumah-rumah warga yang terendam banjir dan posko pengungsian di Tanjungsari. Kepada warga, ia mengimbau agar tetap waspada karena perkiraan hujan masih akan sering turun di wilayah tersebut.

“Sore ini cuaca kembali mendung, para relawan harus tetap siaga. Warga juga dihimbau untuk tidak memaksakan diri, kalau air kembali tinggi segera mengungsi,” katanya.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq (kemeja biru) berdiskusi dengan tim relawan di posko penanganan banjir di Kecamatan Kundur, Sabtu (3/11/18) sore.
Foto:PELANTAR/Abdul Gani

Rafiq mengatakan, debit air pasti akan kembali tinggj jika hujan kembali terjadi. Karena air dari berbagai kampung akan mengalir dan ditampung di wilayah Tanjungsari. Seperti air dari Batu 5, batu 6, Desa Lubuk, Batuputih. Belum lagi air dari bawah atau air laut pasang.

Ketua Relawan Indonesia (Relindo) Kabupaten Karimun, Juren mengatakan, data terakhir yang tercatat. ada 8 kepala keluarga yang sebelumnya dievakuasi ke posko pengungsian.

“Setelah ada proses evakuasi 4 KK pada Jumat malam, Sabtu dinihari juga ada tambahan 4 KK lagi yang masuk posko pengungsian. Lokasi tempat tinggal 4 KK yang terakhir cukup jauh, daerah perbatasan antara Desa Lubuk dengan Tanjungsari Kelurahan Gadingsari. Ada juga yang mengungsi di rumah saudaranya,” kata dia.

Baca Juga :

Dua Desa dan Satu Kelurahan di Kundur Terendam Banjir

Juren mengatakan, ketinggian air di sejumlah wilayah bervariasi, mulai dari setinggi betis hingga mata kaki orang dewasa. Ketinggian itu turun dibanding pada Jumat malam yang mencapai pinggang orang dewasa. Meski mulai ada tanda-tanda banjir surut, namun tim relawan tetap waspada.

“Kami tetap waspada karena memang hujan sepertinya bakal turun lagi,” katanya.

Terkait perahu karet yang dibutuhkan untuk proses evakuasi, lanjut Juren, Bupati Karimun sudah menjanjikan akan segera mensiagakannya ke lokasi terdampak banjir.

“Kalau untuk wilayah Desa Sungai Sebesi dan Desa Sungai Ungar sudah aman, tidak ada genangan air. Tinggal di Tanjungsari yang masih tetap siaga,” katanya.

Berdasar data di posko tim relawan, ada 85 rumah warga di wilayah Gadingsari yang terendam banjir sejak Jumat (2/11/18). Sebanyak 14 rumah berada di RT 001, 36 rumah di RT 002 dan dua KK yang diungsikan, lalu 12 rumah di RT 003 dan dua KK juga diungsikan.

Kemudian 9 rumah warga yang tinggaI di perbatasan wilayah antara Tanjungsari dengan Desa Lubuk ikut terendam, 4 KK di antaranya juga sudah diungsikan.

Reporter : Abdul Gani
Editor : Yuri B Trisna