pelantar.id – Dua insiden kecelakaan kerja di PT Multi Ocean Shipyard (PT MOS), Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, harus diusut tuntas. Perusahaan galangan kapal itu diduga banyak melakukan pelanggaran terkait ketenagakerjaan.

“Polisi harus serius, harus ada tindak lanjut masalah kecelakaan kerja di PT MOS. Juga Dinas Tenaga Kerja, harus mengusut tuntas kasus ini,” tegas Ketua Komisi I DPRD Karimun, Anwar Abubakar, Kamis (29/11/18).

Menurut Anwar, polisi dan Disnaker jangan hanya sekadar mengecek lokasi terjadinya kecelakaan kerja. Yang terpenting adalah, ada sanksi bagi perusahaan karena sudah lalai dalam memberi perlindungan kepada para pekerjanya.

Anwar Abubakar

Anwar juga menyorot tindakan PT MOS yang mendaftarkan sekitar 863 dari 1.659 pekerjanya ke BPJS Ketenagakerjaan, Selasa (27/11/18). Menurut dia, kebijakan itu cukup aneh.

“Kenapa setelah ada kecelakaan kerja, baru mereka mendaftarkan pekerjanya ke BPJS Ketenagakerjaan? Kenapa tidak dari dulu? Mereka kan bukan perusahaan baru,” katanya.

Anwar mengaku geram sekaligus prihatin melihat kondisi pekerja di PT MOS. Menurut dia, perusahaan selama ini hanya memikirkan keuntungan, tapi tidak memperhatikan atau menjaga keselamatan dan kenyamanan para pekerjanya.

“Tak bisa begitu, jangan mengambil keuntungan perusahaan tapi mengabaikan segi aspek keselamatan dan kemanusiaan,” katanya.

Baca Juga :

 Polisi Akan Panggil Manajemen PT MOS Terkait Ledakan Aiirbag

Masalah yang terjadi di PT MOS bukan hanya soal meledaknya airbag atau bantalan udara kapal tanker. Pada 12 Januari 2017, para pekerja di perusahaan itu juga sempat menimbulkan kegaduhan karena perusahaan tak membayar gaji mereka.

Selain itu, pekerja juga menuntut perusahaan memberi mereka jaminan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Namun karena perusahaan tak merespon dengan baik, para pekerja yang sudah tak tahan dengan kondisi yang mereka alami pun meluapkan emosinya.

“Harusnya peristiwa kerusuhan awal tahun lalu dijadikan pelajaran. Saat itu kan masalahnya juga soal pekerja tidak didaftarkan BPJS. Sekarang masalah itu lagi yang muncul. Berarti kan memang ada yang salah di perusahaan itu,” katanya.

Baca Juga : 

Airbag Kapal Tanker Meledak, 23 Pekerja PT MOS Karimun Terluka

Anwar berharap Bupati Karimun, Aunur Rafiq ikut menyikapi masalah pekerja di PT MOS ini. Ia mengimbau pemerintah daerah agar selektif jika ada investasi yang masuk ke daerah ini.

“Kita semua mendukung investasi. Tapi harus investasi yang sehat, jangan yang suka menimbulkan masalah,” kata dia.

 

Reporter : Abdul Gani
Editor : Yuri B Trisna