pelantar.id – Ratusan kepala keluarga di Kelurahan Parit Benut dan Sungai Raya, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau kini bisa bernapas lega. Krisis air bersih yang selama ini melanda dua kelurahan tersebut, sudah teratasi.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq baru saja meresmikan bangunan tower air bersih bantuan dari program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) Kotaku, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kamis (7/11/18). Dua tower air itu berada di RT 001 RW 001 Kelurahan Parit Benut dan RT 001 RW 002 Kelurahan Sungai Raya.

Selama ini, untuk mendapatkan air bersih untuk kebutuhan konsumsi, 280 kepala keluarga di dua wilayah tersebut harus meminta ke sumur tanah milik warga dari wilayah lain. Begitu juga untuk kebutuhan irigasi tanaman bagi petani setempat, karena mereka tak memiliki sumber air.

Kehadiran PISEW pun disambut gembira warga di dua kelurahan tersebut. Dengan adanya tower air itu, warga merasa kebutuhan mereka terhadap air bersih bakal terpenuhi.

“Bantuan ini bersumber dari Kementerian PUPR melalui Irjen Cipta Karya. Bukan hanya di Kecamatan Meral, tapi ada lima kecamatan lain di Karimun yang dapat, tapi jenis bantuannya berbeda,” kata Rafiq saat meresmikan tower air itu.

Ia mengatakan, selain di Meral, bantuan dari PUPR adalah, pembangunan saluran drainase di Kecamatan Tebing. Kemudian ada juga bantuan pembangunan fisik di Kecamatan Kundur, Kundur Barat dan Kundur Utara.

“Untuk yang lain itu, saya belum dapat informasi soal jenis bantuannya,” kata Rafiq.

Untuk pembangunan dua tower di Kelurahan Sungai Raya dan Parit Benut, nilai anggarannya masing-masing Rp300 juta, Dengan panjang saluran pipa yang dibangun secara keseluruhan mencapai 2.610 meter.

“Pembangunan tower untuk tanki air ini didirikan pada lahan hibah warga setempat. Atas nama pemerintah, saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah sudi menghibahkan tanahnya untuk kepentingan bersama,” ujar Rafiq.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq membuka kran air tanda diresmikannya tower air dari program bantuan Kementerian PUPR di Kelurahan Sungai Raya, Kecamatan Meral, Kamis (7/11/18).
Foto: PELANTAR/Abdul Gani

Namun demikian, Rafiq tetap meminta agar proses hibah lahan tersebut dilakukan secara resmi dan tertulis. Menurutnya, hal itu untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan di kemudian hari.

Di tempat yang sama, perwakilan Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman (Satker PKP) Provinsi Kepulauan Riau, Eske menjelaskan, dana yang dikucurkan dari pemerintah pusat murni 100 persen disalurkan dalam pembangunan dua tower ini. Tanpa ada pemotongan pajak dan biaya apapun. Dari total Rp600 juta, dibagi dua kelurahan sehingga masing-masing mendapat Rp300 juta.

“Anggaran Rp300 juta tersebut dialokasikan untuk pembangunan tower, pembuatan sumur, pembelian pipa, meteran listrik, meteran air untuk masyarakat, dan material lainnya. Semua pekerjaan dikerjakan oleh masyarakat setempat secara swadaya,” kata Eske.

Ia mengatakan, panjang pemasangan pipa di Kelurahan Parit Benut 1.300 meter dan di Kelurahan Sungai Raya 1.310 meter. Semua proyek tersebut dikerjakan selama satu bulan 20 hari, dari ketetapan lama pengerjaan yang harus dituntaskan adalah selama satu bulan 27 hari.

 

 

Reporter : Abdul Gani
Editor: Yuri B Trisna