pelantar.id – Reka ulang atau rekonstruksi kasus pembunuhan kasir hotel, Ida (23) di Hotel Milileum, Jalan Ahmad Yani, Tanjungbalai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, tak sepenuhnya diikuti keluarga korban, Senin (5/11/18). Ada 46 adegan yang dilakukan oleh pelaku M Syahyuda dalam reka ulang tersebut.

Dalam reka ulang itu, Polres Karimun juga mendatangkan saksi-saksi dan pihak keluarga korban yakni ibu, paman dan abang kandung Ida. Namun, pihak keluarga korban enggan menyaksikan semua adegan lantaran tak kuat hati dan masih merasa terpukul.

Budianto, abang kandung korban ditemui di lokasi reka ulang mengaku, tak sampai hati melihat adegan per adengan yang diperagakan tersangka saat menghabisi nyawa adiknya. Ia mengaku sempat terbawa emosi dan ingin memukul tersangka.

“Kami minta tersangka dihukum seberat-beratnya, harus dihukum mati. Apa yang sudah dilakukannya (tersangka) sangat kejam,” kata dia.

Saksi melihat tersangka Syahyuda keluar dari Hotel Milenium dalam reka ulang kasus pembunuhan Ida, Senin (5/11/18).
Foto:PELANTAR/Abdul Gani

Budianto mengatakan, hingga kini, ibunya masih syok berat atas kepergian Ida. Menurut dia, adiknya adalah sosok perempuang yang sangat baik dan sayang kepada keluarga.

Sampai sekarang, sang ibu masih terkenang dengan putrinya tersebut. Menurut Budianto, ibunya bahkan tidak mau berdekatan dengan tempat-tempat favorit korban, seperti tempat biasa Ida duduk dan tempatnya berbaring.

“Ibu masih selalu terkenang sama adik, beliau sangat terpukul. Makanya tak mau melihat reka ulang ini,” katanya.

Baca juga :

Untuk diketahui, Ida, karyawan Hotel Milenium yang bertugas di bagian kasir ditemukan tewas di kamar 2012 lantai 2 hotel tersebut pada 29 September 2018 sekitar pukul 14.00 WIB. Beberapa jam kemudian, jajaran Polres Karimun berhasil menangkap pelakunya yakni M Syahyuda (20) di sebuah warnet.

Kepada polisi, Syahyuda mengakui semua perbuatannya. Ia mengaku membunuh Ida lantaran gadis itu menolak diajak berhubungan intim dengannya di kamar hotel tersebut.

 

Reporter : Abdul Gani
Editor : Yuri B Trisna