pelantar.id – Tak banyak yang bisa dilakukan Rio Randra (32), selain menahan sakit yang teramat sangat. Sejak dua bulan belakangan, ia menderita tumor otak. Ia tidak berani pergi berobat, karena tidak punya uang.

Sejak setahun terakhir, ia menganggur. Jangankan untuk berobat, memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya saja, ia sudah tak mampu.

Iklan

Lantaran tak punya pekerjaan, Rio dan keluarga pun harus angkat kaki dari rumah kontrakannya di Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Kini, mereka menumpang di rumah orangtuanya di RT 002 RW 004 Alorjongkong Kelurahan Harjosari, Kecamatan Tebing.

Sepanjang hari, Rio hanya berbaring di tempat tidur. Jika rasa sakit di bagian belakang kepalanya berkurang, ia pun duduk dan berjalan-jalan di dalam rumah.

Tumor yang menyerang kepalanya bukan satu-satunya penyakit yang diderita Rio. Sebelumnya, ia juga divonis menderita kanker paru-paru. Dan baru beberapa bulan lalu dinyatakan sembuh.

Tumor yang menyerang kepala Rio.
Foto : Abdul Gani/PELANTAR.ID

Sekarang ia harus berjibaku menahan sakit di kepala. Awalnya, ia sempat berobat jalan. Tapi karena dokter menganjurkan untuk rawat inap di rumah sakit di Kota Batam, ia pun tak pernah lagi berobat.

Menurutnya, jika ia pergi ke Batam untuk berobat, hal itu akan butuh biaya yang besar. Padahal ayah dua anak ini tak bekerja dan tidak punya uang.

“Dulu suami saya bekerja di PT Saipem. Tapi dia kena PHK karena ada pengurangan karyawan. Sudah setahun ini nganggur,” kata Kristinawati, istri Rio ditemui di Rumah Sakit Bhakti Timah (RSBT), Kamis (29/11/18).

Rio dipaksa dibawa ke rumah sakit itu lantaran sakit yang dialaminya semakin parah. Wati menceritakan awal kondisi suaminya terkena tumor otak. Awalnya, muncul benjolan kecil di kepala bagian belakang.

Benjolan itu dibiarkan karena dikira bisul. Namun, dalam dua bulan, benjolan itu terus membesar. Sekarang, batok kepalanya seperti terkikis.

“Tidak tahu mau bagaimana lagi, biaya sehari-hari saja sulit karena suami tidak lagi bekerja,” katanya.

Wati mengaku, sehari-hari ia juga tidak bekerja. Ia lebih banyak merawat suaminya itu di rumah.

Dibawa ke RSBP Batam

Penderitaan Rio kemudian didengar oleh Nyimas Novi Ujiani. Anggota DPRD Karimun itu kemudian membawa Rio ke RSBT untuk mendapat penanganan medis. Rencananya, Rio akan dibawa ke Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam untuk perawatan intensif.

“Ini tak boleh dibiarkan. Sola biaya, nanti kita sama-sama usahakan, yang penting dirawat dulu. Mudah-mudahan nanti banyak dermawan yang ikut mendukung,” kata Novi.

Novi mengaku mendapat informasi tentang Rio karena fotonya tersebar di media sosial. Ia langsung bergerak ke kediaman Rio, dan meyakinkannya agar mau dibawa berobat ke Batam.

“Biaya berobatnya memang pakai BPJS, artinya ditanggung pemerintah. Tapi yang ditakutkan mereka, biaya lain yang muncul selama perawatan. Karena perawatan di Batam mungkin tidak sebentar,” katanya.

Baca Juga :

Kepala Puskesmas Tebing, Aristo Wibowo yang turut mendampingi Rio di RSBT menjelaskan, sebelumnya Rio pernah didiagnosa mengidap sakit paru-paru. Tapi berhasil ditangani dan sekarang telah sembuh.

“Hasil pemeriksaan dokter di RSBT, memang harus dirujuk ke dokter spesialis bedah di RSBP Batam. Diagnosanya memang tumor di kepala, sepertinya arahnya ke tumor ganas,” kata dia.

 

Reporter : Abdul Gani
Editor : Yuri B Trisna

Iklan