pelantar.id – Kecelakaan kerja kembali terjadi di PT Multi Ocean Shipyar (PT MOS), Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Tangan kiri seorang pekerja hancur remuk karena tertimpa plat baja, Selasa (27/11/18) sore.

Selain tangannya remuk, jari-jarinya juga berpatahan. Kini, pekerja bernama Yusuf Surbakti itu masih menjalani perawatan intensif di RSUD Muhammad Sani.

Iklan

Informasi di lapangan, pekerja tersebut merupakan keponakan dari Ketua Komisi I DPRD Karimun, Anwar Abubakar. Saat dikonfirmasi, Anwar membenarkan insiden yang menimpa keponakannya tersebut.

Anwar mengatakan, kecelakaan itu terjadi pada Selasa sore. Saat itu, keponakannya sedang beraktivitas sebagaimana biasa di lingkungan kerja PT MOS Karimun.

Tiba-tiba, satu plat baja yang cukup tebal jatuh dari ketinggian. Meski berusaha menghindar, tapi bagian tangan kiri keponakan Anwar itu masih sempat tertimpa. Tanpa ampun, tangan itu lansung remuk dan jari-jarinya patah.

“Dia bekerja di bagian helper. Plat baja itu jatuh dari ketinggian dan langsung menimpa tangan kirinya sampai hancur, dan jari-jarinya remuk berpatahan. Tadi siang baru selesai dioperasi. Sekarang masih dirawat di RSUD,” kata Anwar, Rabu (28/11/18) malam.

Baca Juga : 

Yang disayangkan, lanjut Anwar, pihak PT MOS awalnya mengabaikan kejadian itu. Bahkan, tidak ada respon apapun terkait perobatan pekerjanya.

Setelah didesak, barulah manajemen mau menanggung seluruh biaya perobatan hingga sembuh.

“Saya sudah tanya, keponakan saya itu tidak tahu persis berapa ketinggian plat baja itu jatuh. Besarnya pun dia tak ingat. Dia kan trauma melihat tangannya hancur begitu,” katanya.

Yusuf Surbakti baru menjalani operasi di RSUD Muhammad Sani, Karimun, Rabu (28/11/18).
Foto : Istimewa

Sebelumnya, 23 pekerja PT MOS luka-luka akibat airbag atau bantalan udara penahan kapan tanker meledak, Sabtu (24/11/18) sore. Sehari sebelumnya, airbag juga meledak, tapi tidak ada korban luka. Ke-23 orang pekerja tersebut juga mendapat perawatan di RSUD Muhammad Sani.

“Belum lagi yang 23 orang itu sembuh dari luka-lukanya akibat airbag meledak, sekarang sudah ada korban kecelakaan kerja lain. Saya meminta PT MOS mengutamakan safety bagi para pekerjanya, harus diperhatikan dan diawasi terus soal keselamatan mereka. Pekerja itu kan termasuk aset perusahaan,” kata dia.

Baca Juga :

Terkait beberapa insiden kecelakaan kerja di PT MOS, lanjut Anwar, DPRD Karimun sudah mengagendakan pemanggilan terhadap manajemen perusahaan. Termasuk pula serikat pekerja di perusahaan itu.

“Kita ingin menciptakan iklim investasi yang sehat di Karimun ini. Pengusaha dan pekerja harus sama-sama mendapat perlindungan. Pemerintah juga kami harap aktif melakukan pengawasan,” katanya.

 

 

Reporter : Abdul Gani
Editor : Yuri B Trisna

Iklan