pelantar.id – Tiga orang calon anggota legislatif (caleg) tertangkap tangan melakukan dugaan politik uang di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Tiga caleg itu adalah, caleg DPR RI inisial ET, caleg DPRD Kepri inisial ICA, dan caleg DPRD Karimun inisial AK.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Banyak) Kabupaten Karimun, Nurhidayat mengatakan, ET, ICA, dan AK berasal dari partai politik yang sama. ET adalah caleg DPR RI daerah pemilihan (dapil) Kepri, ICA merupakan caleg DPRD Provinsi Kepri dapil Karimun, sedangkan AK merupakan caleg DPRD Kepri dapil Kota Batam.

Ketiga caleg tersebut diduga melakukan politik uang dalam bentuk kegiatan turnamen olahraga bola voli di Kampung Baru Desa Selat Mie, Kecamatan Moro, Karimun. Turnamen itu berlangsung pada 26 September hingga 20 Oktober 2018.

“Kami tahunya saat partai final pada 20 Oktober 2018. Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Moro menemukan dugaan pelanggaran dalam kegiatan tersebut, lalu kami tindaklanjuti. Sudah 17 orang saksi yang diperiksa,” katanya dalam jumpa pers di Kantor Bawaslu Karimun, Rabu (14/11/18).

Staf Bawaslu membawa barang bukti antena parabola untuk diserahkan ke Penyidik Polres Karimun, Rabu (14/11/18).
Foto: PELANTAR/Abdul Gani

Nurhidayat yang didampingi dua komisinoner lainnya, Fadli dan Tiuridah Silitonga menuturkan, ke-17 orang saksi yang diperiksa adalah, tiga orang pelapor, tiga terlapor, dua saksi ahli dan 9 orang saksi terkait. Barang bukti yang didapat untuk mendukung pembuktian kasus ini di antaranya, foto, video, baju kaos, bendera, antena parabola dan dokumen lainnya.

Menurut Nurhidayat, pihaknya telah melakukan dua kali pembahasan resmi di Gakkumdu bersama Polres Karimun dan Kejaksaan Tanjungbalai Karimun.

Ketiga caleg itu dijerat Pasal 280 Ayat 1 huruf C pada Undang-Undang Pada: Peserta maupun tim kampanye pemilu, dilarang melaksanakan kampanye gelap, menjanjikan atau memberikan materi kepada peserta pemilu.

Nurhidayat menegaskan, pasal tersebut mengatur tentang ancaman pidana sebagaimana diatur dalam UU Pemilu pada Pasal 521 tentang Pidana. Setiap pelaksanaan peserta atau tim kampanye sebagaimana dimaksud Pasal 280 Ayat c, dilarang melakukan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada peserta kampanye. Atas pelanggaran itu, dapat diancam kurungan pidana dua tahun dan denda Rp20 juta.

“Ketiga caleg ini berasal dari partai politik yang sama. Inisialnya P,” ujar Nurhidayat tanpa mau menyebutkan nama partai tersebut.

Baca Juga : 

Polres Karimun Mulai Petakan Antisipasi Rawan Konflik Pemilu

Dilimpahkan ke Polisi

Bawaslu Karimun telah melimpahkan perkara ini ke Penyidik Polres Karimun, Rabu (14/11/18) siang. Menurut Nurhidayat, pihaknya juga menyertakan 15 berkas kepada penyidik.

Berkas-berkas itu di antaranya, surat pengantar, surat perintah tugas untuk melakukan penyidikan yang dikeluarkan oleh Pengawas Pemilu, daftar isi, dan temuan atau laporan dugaan tindak pidana pemilu. Kemudian, berkas berisi hasil kajian, dan laporan hasil penyelidikan.

Berkas lainnya adalah, surat undangan klarifikasi, berita acara klarifikasi, berita acara klarifikasi di bawah sumpah, berita acara pembahasan pertama, dan berita acara pembahasan kedua. Kemudian, daftar saksi dari atau ahli, daftar terlapor, serta daftar barang bukti dan barang bukti.

 

 

Reporter : Abdul Gani
Editor : Yuri B Trisna