pelantar.id – Kabupaten Karimun sudah dua kali masuk nominasi dan meraih penghargaan Adipura. Tahun ini, pemeringahan Kabupaten Karimun optimis akan mendapatkan kembali penghargaan tersebut.

Saat ini Kabupaten Karimun sudah masuk dalam nominasi piala Adipura tahun 2018, dalam penilaian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Hanya tinggal selangkah lagi.

Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, sudah dua tahun berturut-turut Kabupaten Karimun masuk dalam nominasi, dan pada tahapan akhir berhasil mendapatkan penghargaan Adipura dari Kementerian.

“Dengan demikian kita sudah tiga kali masuk nominasi, dari dua kali sebelumnya pada tahapan akhir Karimun berhasil mendapatkan piala Adipura Kirana. Mudah-mudahan dalam tahapan nominasi ini kita kembali mendapatkan penghargaan itu,” kata Rafiq, Minggu (11/11).

Dikatakan Rafiq, belum lama ini, tim penilai dari Pusat Ekoregion (PE) Sumatera, bersama Kementerian terkait telah datang ke Karimun dalam melakukan penilaian tahap akhir di Kabupaten Karimun.

Penilaian yang dilakukan dimulai dari perkantoran, sarana pendidikan, kesehatan (RSUD & Puskesmas), pasar, TPA dan sarana lainnya.

Setelah penilaian, pengumuman peraih piala Adipura akan diumunkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI, sekitar akhir November mendatang.

“Mudah-mudahan kita kembali mendapatkan penghargaan piala adipura itu. Mohon doanya dari seluruh masyarakat Kabupaten Karimun, penghargaan ini harus kembali kita dapatkan dan menjadikan motivasi bagi kita, agar Kabupaten Karimun makin maju yang diawali dengan tingkat kebersihan wilayahnya,” harap Rafiq.

Rafiq menjelaskan, piala Adipura Kirana merupakan penghargaan predikat kota bersih yang mendorong pertumbuhan ekonomi melalui investasi, perekonomian dan wisata, yang berbasis pengelolaan lingkungan hidup.

Penganugrahan tersebut berupa penganugerahan piala, sertifikat kepada daerah tingkat Kabupaten atau Kota Se-Indonesia dengan salah satu kriteria adalah kebersihan dan kesehatan lingkungan hidup di daerah yang bersangkutan.

Kriteria Adipura terdiri dari 2 indikator pokok, yaitu Indikator kondisi fisik lingkungan perkotaan dalam hal kebersihan dan keteduhan kota. Kemudian, Indikator pengelolaan lingkungan perkotaan (non-fisik), yang meliputi institusi, manajemen, dan daya tanggap.

Reporter: Abdul Gani

editor: eliza gusmeri

=============

foto: youtube