Polres Karimun Petakan Antisipasi Rawan Konflik Pemilu

pelantar.id – Jajaran Polres Karimun mulai memetakan potensi kerawanan konflik Pemilihan Umum (Pemilu). Hal itu dinilai perlu diantisipasi pada tahapan pemilu.

Polda Kepri memerintahkan Karo SDM Polda Kepri, Kombes Djoko Susilo selaku perwira pengamat wilayah (Pamatwil) untuk pemetaan dan antisipasi kerawanan konflik tersebut dimonitor di Kabupaten Karimun.

“Tujuan tim Pamatwil datang ke masing-masing Kabupaten Kota sesuai dengan perintah Kapolda Kepri, untuk memberikan asistensi kepada masing-masing Polres. Sehingga dalam pelaksanaan penilaian pemilu betul betul berjalan dengan damai,” kata Djoko Susilo usai menggelar pertemuan di Polres Karimun, Kamis (1/11).

Kata dia, tim asistensi hanya memberikan dan menerima masukan dari rekan-rekan atau personil kepolisian, masyarakat, penyelenggara pemilu, maupun dari partai politik, untuk diberikan masukan kepada Kapolres. Sehingga Kapolres bisa melakukan langkah-langkah antisipsi, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

Lanjut dia, tujuan pertama langkah tersebut agar tercapainya pemilu yang aman dan damai dapat terwujud. Sehingga tidak terjadi perpecahan.

“Konflik sudah dipetakan masing-masing, jadi waktu kita sama-sama melaksanakan tatap muka tadi sudah disampaikan, ada indeks kerawanan, ada peta konflik, ini masing-masing Kapolres sudah memetakan,” jelas Djoko lagi.

Soal antisipasi dari hasil pemetaan yang dilakukan adalah, Kapolres memiliki kewenangan untuk itu dalam mengambil langkah antisipasi. Tim asistensi Pamatwil mendatangi Polres, masing-masing sudah memiliki pemetaan yang dilakukan. Yang tentunya setiap daerah memiliki potensi konflik berbeda-beda.

Tim asistensi Pamatwil yang diutus ke Karimun saat ini masih mendalami potensi konflik yang telah dibuat. Dengan diperkuat oleh tiga orang berpangkat Komisaris Besar (Kombes) dan delapan orang berpangkat Komisaris Besar (Kombes) dan Ajun Komisaris Polisi (AKP).

“Yang sudah dipetakan itu nanti tergantung dari Kapolres, seperti apa penanganan antisipasinya,” jelas Djoko.

Sementara, Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya menambahkan, kehadiran Pamatwil di Karimun sangat membantu dan memberikan masukan serta pemikiran. Bagaimana pelaksanaan Pemilu bisa terselenggara dengan aman, damai dan sejuk.

“Di Kabupaten Karimun ada 71 Desa dan Kelurahan dan terdapat 780 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Angkanya terjadi penambahan jika dibanding Pilkada 2015 lalu, yang jumlah TPS nya hanya 400 lebih. Ini yang menjadi konsentrasi kita dalam pengamanan Pemilu,” kata Hengky.

Dimana saat ini terdapat 457 personil yang disiapkan dalam pengamanan. Jumlah tersebut sudah dipilah dan tidak termasuk dengan personil yang sakit atau sataf bersatus PNS.

“Kalau kerawanan konflik, kita berkaca dari Pemilu 2014 lalu. Bahwa di Kabupaten Karimun waktu itu ada caleg yang tak terima hasil pemilihan dan itu menjadi pelajaran bagi kami, agar tidak terjadi konflik pada pemilu kali ini,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Karo SDM Polda Kepri, Djoko Susilo menyempatkan diri meninjau Pos Satgas Nusantara Polres Karimun, yang berfungsi sebagai pusat pemantau media ciber di Kabupaten Karimun, serta memetakan berita-berita viral dengan kategori berita netral, berita nigatif dan berita positi.

Hadir dalam kesempatan itu para pengurus Partpol, anggota DPRD, KPU dan Bawaslu Kabupaten Karimun.

Reporter: Abdul Gani
editor: eliza gusmeri

=========
Keterangan Foto: Karo SDM Polda Kepri, Kombes Djoko Susilo menyempatkan diri meninjau Pos Satgas Nusantara Polres Karimun, Kamis (1/11)