pelantar.id – Musibah Palu dihantam tsunami yang menelan ribuan korban masih lekat dalam duka, ditambah lagi tragedi baru kecelakaan pesawat Lion Air di perairan Karawang.

Melihat kondisi itu, tidak ada kata terlambat untuk membantu masyarakat korban bencana bagi Organisasi Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) Kepulauan Riau. Organisasi ini masih berinisiatif menggalang dana untuk korban Gempa Palu di Batam.

Berbeda dengan ormas yang biasanya langsung turun ke jalan menggalang dana, PPLIPI mengambil cara lain yang sifatnya lebih mengedukasi dan berkreasi. Yang dibingkis dalam acara ‘PPLIPI Peduli’.

“Biasanya orang-orang langsung turun ke jalan, kami gak mau melakukan cara yang sama. Jadi kami (PPLIPI) mencari cara lain menggalang dana melalui kegiatan yang sifatnya mengedukasi,” kata Ketua Dewan PPLIPI Kepri, Lenny Terek, Selasa (30/10/2018).

Kegiatan penggalangan dana yang dimaksud Lenny seperti mengadakan lomba mewarnai, membuka bazar, demo masak, demo make up, fashion show, line dance dan performance komunitas. Semua acara tersebut akan digelar PPLIPl Peduli pada 3-4 November ini di Imperium Batam.

“Cara menggalang dana bagaimana? caranya dari biaya pendaftaran peserta yang ikut dan stan akan kami sumbangkan langsung ke Palu. Bahkan untuk yang berjualan sekalipun berdonasi 10 persen dari hasil penjualan mereka,” kata dia.

Lanjut Lenny, tidak ada target untuk total dana yang akan disumbangkan untuk Palu. Dia berharap dapat mengumpulkan sebanyak-banyaknya dan nantinya akan bekerja sama dengan Persatuan Wanita Indonesia Singapura (PWIS) untuk menghimpun dana.

“Tidak ada target untuk dana yang terkumpul, cuma untuk stan kami menargetkan 40 stan sementara sudah 30-an stan yang disewakan, artinya respon masyarakat cukup besar untuk mendukung acara ini,” kata Lenny menambahkan.

Penggalangan dana untuk Palu memang perdana dilakukan PPLIPi. Namun, untuk bantuan sosial bukan kali pertama dilakukan organisasi tersebut.

“Kalau kegiatan sosialnya sudah banyak, tapi kita membantu sebenarnya tidak sekedar ngasih bantuan tetapi bagaimana yang menerima juga bisa berdaya, misalnya kami memberi bantuan modal untuk UMKM,” kata Lenny.

Sebagai informasi PPLIPI merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang fokus pada pemberdayaan perempuan. Namun, juga dominan menggerakkan kegiatan keluar organisasi di bidang sosial, pendidikan, kerohanian, UMKM, pariwisata dan bidang lainnya. Organisasi ini sudah terbentuk sejak tahun 2017 di Kepri.

“Kami ingin perempuan bisa memberdayakan diri, bisa mengambil peran tidak sebagai objek tapi sebagai subjek atau pelaku dalam berbagai bidang,” ujar Lenny menegaskan.

===============
oleh: eliza gusmeri