pelantar.id – Sejak Januari hingga September 2018, sebanyak 1.148 pemohon pembuatan paspor di Provinsi Kepulauan Riau ditolak. Pemohon yang ditolak rata-rata karena ingin bekerja menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri tapi tidak sesuai prosedur.

“Mereka diduga akan bekerja secara tidak resmi di Malaysia dan Singapura. Sehingga permohonan paspornya langsung kami tolak,” kata Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kepri, Ari Budjianto di Tanjungpinang, Jumat (16/11/18).

Ari menyatakan, indikasi pemohon yang akan berangkat dan bekerja sebagai TKI non-prosedural, dapat terdeteksi melalui kelengkapan data administrasi serta proses wawancara secara langsung oleh petugas imigrasi.

“Pada saat membuat paspor, petugas akan melakukan wawancara yang lebih mendetail. Terutama kepada pemohon yang dicurigai, seperti dari bahasa tubuh, gerak tubuh, dan cara berbicara,” katanya.

Baca Juga : 

Malaysia Deportasi 153 TKI Lewat Tanjungpinang

Menurut dia, saat ini jumlah TKI non prosedural yang bekerja di Malaysia berjumlah sebanyak 5.000 orang. Para TKI itu akan dipulangkan secara bertahap ke Indonesia melalui sejumlah daerah. Salah satunya di pintu masuk Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang.

“Mereka terpaksa dipulangkan karena bekerja secara illegal, tanpa dilengkapi paspor, visa atau permit. Proses pemulangan kini tengah ditangani oleh KJRI di Malaysia,” ujarnya.

 

 

Sumber : Antara