pelantar.id – Caftar Calon Tetap (DCT) Pemilu 2019 sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Jika ada calon legislatif (caleg) yang tak puas dengan DCT itu, bisa mengajukan gugatan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Ketua KPU RI, Arief Budiman mengatakan, pengajuan sengketa memang diberi ruang oleh undang-undang. Karena itu, jika ada pihak yang merasa tidak puas atau tidak setuju dengan keputusan KPU terkait administrasi pemilu, bisa menggugat.

“Seluruh proses dan keputusan administrasi pemilu boleh disengketakan, itu diatur undang-undang,” katanya di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (21/9).

Arief mengatakan, pihaknya tidak mendorong calon yang keberatan dengan DCT untuk melakukan gugatan. Namun, bila nantinya terdapat gugatan dari caleg terhadap keputusan KPU, pihaknya akan bertanggung jawab.

“Ya kalau ada gugatan, KPU harus mampu mempertanggungjawabkan kebijakannya,” kata dia.

Baca Juga: Pemilih Belum Punya E-KTP, KPU Usul Pakai Kartu Pemilih

Senda dengan Arief, komisioner KPU, Ilham Saputra mengatakan pengajuan gugatan tersebut diberikan waktu tiga hari. Tiga hari ini terhitung sejak tanggal diumumkannya DCT.

“Jika tidak puas dengan keputusan KPU terhadap DCT diberikan waktu 3 hari kerja, kapan? hari pertama kemarin kan penetapan, kalau hari kerja berarti Senin dan Selasa, Rabu baru Bawaslu akan mengumpulkan dan memembrikan ke KPU, siapa saja yang mengajukan ajudikasi dan kita tinggal menunggu undangan dari Bawaslu,” katanya.

Editor : Yuri B Trisna
Sumber : Detik.com