pelantar.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan di Rutan KPK C-1, Jakarta, Jumat (2/11/18) malam. Taufik sudah memakai rompi oranye, khas tahanan KPK saat keluar dari Gedung KPK, pukul 18.20 WIB.

“Tersangka TK ditahan selama 20 hari pertama,” kata Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah.

Taufik menjadi tersangka kasus suap Rp3,6 miliar dari Bupati Kebumen, Muhamad Yahya Fuad. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu meneria suap dari Yahya terkait perolehan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk Kebumen pada APBN Perubahan 2016.

Sebelumnya, KPK memanggil Taufik sebanyak dua kali untuk diperiksa, tapi dia mangkir. Melalui pengacaranya, Taufik minta penjadwalan ulang pada 8 November 2018. Namun, Taufik tiba-tiba hadir di gedung KPK, Jumat (2/11/18). Setelah menjalani pemeriksaan, KPK pun resmi menahannya.

Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah.
Foto:MEDIA INDONESIA/Rommy Pujianto

Alasan Penahanan
Febri Diansyah mengungkapkan alasan KPK menahan Taufik. Katanya, penyidik KPK sudah meyakini ada bukti yang cukup kuat sesuai dengan aturan KUHAP. Taufik diduga keras melakukan tindak pidana dan memenuhi alasan subjektif dan objektif.

KPK berharap Taufik kooperatif dan jujur selama menjalani rangkaian proses hukum. Ia diminta tak menutupi berbagai informasi yang sebenarnya.

“Karena kami juga memiliki bukti yang cukup kuat terkait pertemuan baik di hotel maupun di kantor DPR dan juga dugaan aliran dan yang kami duga ada tiga tahap,” kata Febri.

Menurut Febri, pemberian suap terhadap Taufik diduga dilakukan secara bertahap sebanyak tiga kali. Namun, pada upaya penyerahan tahap tiga gagal akibat adanya operasi tangkap tangan (OTT) pada 2016 lalu.

“Karena ada tangkap tangan pada 2016 lalu juga sudah kami sita dari pihak swasta. Jadi sudah teridentifikasi secara lengkap,” katanya. “Bahkan 9 orang (tersangka) yang sudah diproses sebelumnya dalam kasus ini juga divonis bersalah di pengadilan. Tujuh diantaranya sudah berkekuatan hukum tetap,” lanjut Febri.

Baca Juga : 

Dalam kasus ini, Taufik diduga menerima hadiah atau janji terkait perolehan anggaran DAK fisik pada perubahan APBN Tahun Anggaran 2016. Setelah M Yahya Fuad dilantik sebagai Bupati Kebumen, ia diduga melakukan pendekatan pada sejumlah pihak termasuk Taufik Dalam pengesahan APBN Perubahan Tahun 2016, Kabupaten Kebumen mendapat alokasi DAK tambahan sebesar Rp 93,37 miliar. Taufik diduga menerima fee sekitar Rp3,65 miliar dari pengurusan DAK tersebut.

Taufik Kurniawan (net)

Dicopot dari Pimpinan DPR

Setelah resmi ditahan KPK. Taufik langsung dinonaktifkan oleh PAN dan dicopot dari posisi pimpinan DPR.

“Kami nonaktifkan yang bersangkutan dari DPP (PAN),” ujar Sekjen PAN Eddy Soeparno.

Eddy mengatakan, Taufik juga akan diproses pergantian antarwaktu (PAW). Mengenai penggantinya, Eddy mengatakan belum ada informasi lanjutan.

“Dan akan proses pergantian pimpinan DPR dan PAW Taufik Kurniawan di DPR RI,” ucapnya.

Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN, Dradjad Wibowo menambahkan, keputusan penonaktifan Taufik dari partai serta PAW dari DPR belum resmi. Saat ini PAN sedang membahas secara internal.

“Secara resmi belum dibahas, tapi secara informal sudah banyak dibicarakan di kalangan internal PAN. Tidak etis kalau saya mendahului bicara tentang PAW ataupun penonaktifan. Tapi kalau sudah ditahan KPK, tentu opsinya amat sangat terbatas,” kata dia.

 

Sumber: Detik.com/Kompas.com