Pelantar.id – Persentase penduduk miskin di Kepulauan Riau (Kepri) bertambah. Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri mencatat penduduk miskin di Kepri mencapai 131.966 orang (5,92 persen) atau bertambah sebanyak 4.208 orang dibandingkan September 2019, sebesar 127.758 orang (5,80 persen).

Untuk daerah perkotaan penduduk miskin naik menjadi 5,42 persen pada Maret 2020 dibandingkan September 2019 sebesar 5,26 persen. Berbeda di daerah pedesaan, pertumbuhan penduduk miskin sedikit menurun 10,43 persen pada Maret 2020 dibandingkan September 2019 sebesar 10,67 persen.

Secara akumulatif, BPS Indonesia mencatat rata-rata pertumbuhan penduduk miskin di Indonesia naik 9,78 persen pada Maret 2020. Jumlah ini meningkat 0,56 persen poin terhadap September 2019 dan meningkat 0,37 persen poin terhadap Maret 2019.

“Jumlah penduduk miskin pada Maret 2020 sebesar 26,42 juta orang, meningkat 1,63 juta orang terhadap September 2019 dan meningkat 1,28 juta orang terhadap Maret 2019,” seperti dikutip dari liputan6.com dalam paparan Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto dalam video conference di Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Pada Maret 2020, lanjut dia, secara rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,66 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp 2.118.678 per rumah tangga miskin per bulan.

Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan).

Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan pada Maret 2020 tercatat sebesar 66,73 persen. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kondisi September 2019 yaitu sebesar 66,45 persen.

BPS Kepri