pelantar.id – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada triwulan III-2018 melambat sebesar 3,74 persen (year on year/yoy), dibanding triwulan sebelumnya 4,51 persen (yoy). Angka itu juga lebih rendah dibanding pertumbuhan ekonomi Sumatera, 4,72 persen (yoy) dan nasional yang mencapai 5,17 persen (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan BI Kepri, Gusti Raizal Eka Putra mengatakan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi perlambatan pertumbuhan ekonomi Kepri. Dari sisi pengeluaran, penyumbang melambatnya ekonomi Kepri adalah menurunnya konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah dan ekspor luar negeri.

“Konsumsi rumah tangga pada triwulan sebelumnya meningkat karena perayaan Ramadhan dan Idul Fitri. Memasuki triwulan III sudah normal kembali,” kata Gusti dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/11/18).

Menurut Gusti, menurunnya konsumsi rumah tangga dipicu melemahnya sektor ekonomi utama seperti industri pengolahan, perdagangan dan konstruksi. Pada triwulan III tahun 2018, Impor barang konsumsi melambat 6,87 persen (yoy) dibanding triwulan sebelumnya yang tumbuh 109,41 persen (yoy).

Sementara, konsumsi pemerintah melambat dipengaruhi oleh pemberian Tunjangan Hari Raya kepada PNS dan pensiunan PNS pada triwulan II-2018. Gusti mengatakan, untuk kinerja konsumsi pemerintah pada triwulan III 2018 tumbuh 1,13 persen (yoy) dari 16,95 persen (yoy) pada triwulan II-2018.

Baca Juga : 

Ekonomi Kepri Triwulan III Naik 2,05 Persen

Untuk ekspor Kepri melambat
sebesar 5,36 persen (yoy) dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 16,97 persen (yoy). Ekspor migas Kepri pada triwulan III-2018 tercatat mengalami kontraksi 20,86 persen (yoy), turun dibanding triwulan sebelumnya, 56,61 persen (yoy).

“Ekspor non migas Kepri pada triwulan III 2018, tumbuh melambat sebesar 5,09 persen (yoy). Ini menurun dibandingkan triwulan II-2018 yang tumbuh sebesar 8,00 persen,” katanya.

 

 

Editor : Yuri B Trisna