pelantar.id – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB), Syafruddin meresmikan Mal Pelayanan Publik Kota Batam di Batam Centre, Kamis (20/9) siang. Peresmian MPP molor hampir setahun lamanya sejak dioperasikan awal November 2017.

Syafruddin mengatakan, tujuan pendirian dan pengoperasian MPP sejalan dengan upaya peningkatan pertumbuhan perekonomian nasional. MPP hadir untuk mempermudah dan mempercepat pengurusan perizinan investasi.

Menurutnya, letak Batam yang sangat strategis, berdampingan langsung dengan negara-negara seperti Singapura dan Malaysia, menjadikan kota ini punya potensi besar dalam pertumbuhan investasi. Ia optimistis, dalam waktu dekat perekonomian Batam akan melesat hingga menyamai pertumbuhan nasional yakni 5,2 persen.

“MPP ini bisa menjadi ikon Batam, membuat Batam lebih terkenal di dunia internasional khususnya untuk urusan investasi,” katanya.

Syafruddin mengingatkan pemerintah daerah agar layanan MPP juga bisa dimanfaatkan masyarakat lokal, menyentuh hingga ke pulau-pulau terpencil agar perekonomian bisa tumbuh merata. MPP merupakan salah satu pilar penting dalam upaya membangun perekonomian di daerah maupun nasional.

Layanan perizinan di Kantor MPP Batam.
Foto: Dok. KemenPAN-RB

Wakil Gubernur Kepri, Isdianto yang hadir di acara itu mengatakan, Kota Batam dan beberapa wilayah di Kepri saat ini sudah ditetapkan sebagai kawasan perdagangan khusus dan pelabuhan khusus atau free trade zona (FTZ) serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Ia berharap pemerintah pusat dapat memberi kepastian hukum agar minat investor masuk ke Kepri tidak luntur.

Menurutnya, kehadiran MPP Batam ini, bisa menjadi jawaban atas kepastian hukum tersebut. Dengan layanan MPP, segala persoalan yang dihadapi calon investor terutama di bidang perizinan menjadi lebih mudah dan cepat.

“MPP Batam ini juga sudah menerapkan sistem pembayaran non-tunai dan layanan digital lainnya. MPP Batam ini pun sudah menjadi percontohan bagi wilayah-wilayah lainnya di Indonesia. Karena itu kami berharap, diresmikannya MPP ini dapat mendorong perekonomian Kepri tumbuh lebih baik di masa-masa mendatang,” kata dia.

Baca Juga : Penerapan OSS Bertahap, Batam Jadi Percontohan

Selain Syafruddin dan Isdianto, acara peresmian MPP Batam itu juga dihadiri Wali Kota Batam Muhammad Rudi, bupati dan wali ota se-Provinsi Kepri, Kepala Badan Pengusahaan Batam Lukita Dinarsyah Tuwo serta para pejabat daerah lain, termasuk dari Polri dan lembaga negara lainnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kota Batam, Gustian Riau mengatakan, perizinan di MPP semakin lengkap. Saat ini sudah ada layanan 430 perizinan dari 31 instansi. Instansi yang baru bergabung adalah Telkom dan PT Pos Indonesia.

“Di MPP ini juga membuka layanan pembayaran BPHTB dan PBB,” kata dia.

Reporter : Rohman F
Editor : Yuri B Trisna