Pelantar.id – Generasi milenial menjadi pasar potensial untuk pemasaran bisnis properti. Namun, perlu mengetahui apa yang dimau kalangan generasi ini. Seperti apa ya rumah yang dimimpikan oleh generasi milenial?

Generasi milenial sebenarnya berkesempatan memiliki rumah layak huni dan sebagai solusi investasi untuk mereka. Menawarkan properti kepada generasi milenial memang perlu strategi.

Kaum yang lahir pada awal 1980-an hingga awal 1990-an memang dianggap malas beli rumah karena kaum milenial merupakan generasi ownerless. Mereka tidak terikat dengan sebuah benda, tidak suka menyimpan barang. Jadi mereka tidak membutuhkan hunian yang luas.

Selain itu, kaum milenial sering berkilah kalau mereka baru saja lulus kuliah, gaji kecil karena baru merintis karier, dan masih ingin menikmati masa muda dengan berlibur, nongkrong di cafe, dan lainnya

Namun, kaum milenial sangat disarankan untuk membeli rumah karena harga properti yang terus naik. Membeli rumah menjadi alternatif berinvestasi properti lantaran salah satu instrumen investasi yang aman.

Apalagi dilakukan saat berumur 20 tahun, maka generasi milenial akan mendapatkan manfaatnya. Apa saja manfaatnya membeli rumah lebih awal untuk generasi milenial?

Pertama, cicilan akan lebih terjangkau karena kamu akan membeli rumah murah.

Kedua, kamu akan mendapatkan suku bunga dan cicilan yang terjangkau karena kamu masih bisa mengambil jangka waktu lama, antara 15-20 tahun. Jika kamu menundanya hingga 30-an atau 40-an, maka kamu bakal kesulitan untuk mendapatkan semua ini.

Sederhananya begini deh, kamu baru saja bekerja dengan gaji antara Rp4 juta hingga Rp5 juta. Untuk fresh graduate dengan tingkat pendidikan sarjana, masih bisa deh mendapatkan gaji seperti ini.

Buat kamu yang masih tinggal dengan orang tua, kamu menang banyak nih. Kamu bisa menyisihkan minimal 30% dari gaji, malah bisa sampai 50 persen-60 persen dari pendapatan untuk tabungan uang muka dan kemudian cicilan.

Kamu nggak perlu mencari rumah impian, beli saja dulu properti dengan harga terjangkau. Rumah atau apartemen itu terserah. Lantaran dana kamu terbatas, biasanya kamu hanya bisa membeli rumah tipe 36 atau apartemen tipe studio.

Setelah itu, kamu jual saja properti ini jika kamu sudah menikah dan punya anak, pastinya kamu membutuhkan hunian lebih besar. Jual saja properti ini untuk dijadikan uang muka.

=========
sumber: rumah123.com

foto: detik.com