Pelantar.id – Maskapai penerbangan Indonesia Merpati Airlines diperkirakan akan terbang kembali pada tahun depan. Dikutip dari Merdeka.com, Jumat (16/11/2018), Asep Ekanugraha, Direktur Utama Merpati optimis dengan rencana tersebut.

“Kami yakin dan optimis bahwa kami akan beroperasi lagi tahun depan,” ujarnya.

Untuk beroperasi kembali maskapai ini harus memenuhi berapa syarat dari pemerintah. Seperti diketahui bahwa Merpati Airlines dapat beroperasi kembali lantaran mendapatkan suntikan dana dari investor domestik.

Investor tersebut adalah PT Intra Asia Corpora merupakan grup bisnis yang memiliki lini usaha di bidang jasa keuangan, perjalanan, kurir, kargo dan penerbangan.

Merpati Airlines perlu menyelesaikan pembayaran dengan kreditor atas utang senilai Rp10,95 triliun ($734,2 miliar). Alasan utang inilah yang membuat maskapai ini sebelumnya pada tahun 2004 memutuskan berenti beroperasi.

Merpati juga dinyatakan gagal membayar karyawannya dan menghadapi masalah arus keuangan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kepada para wartawan bahwa siapa pun yang ingin menyuntikkan modal ke maskapai tersebut harus memiliki latar belakang yang jelas, serta keahlian untuk membantu Merpati.

Meskipun pemerintah tampaknya setengah hati memberikan izin pada PT Merpati Nusantara ini tampaknya Merpati bersedia memperbaiki diri. Maskapai ini direncanakan tidak akan menggunakan pesawat Boeing dan Airbus, tetapi akan menggunakan pesawat buatan Rusia.

Merpati merupakan maskapai penerbangan milik negara Indonesia kedua, setelah Garuda Indonesia. Didirikan pada 6 September 1962. Melayani rute domestik dan beberapa penerbangan ke beberapa negara Asia Tenggara dan Australia.

Merpati sudah beroperasi ke lebih dari 25 tujuan di Indonesia. Tujuan pengembangan maskapai ini adalah mengambil alih jaringan penerbangan domestik yang dikembangkan oleh Angkatan Udara sejak 1958.

Selama tahun 1962, juga mengambil alih rute di Irian Barat (sebelumnya Nugini Belanda ) sebelumnya dioperasikan oleh anak perusahaan KLM, De Kroonduif  yang telah diterbangkan oleh Garuda sejak tahun 1962 .

Pada Oktober 1978, maskapai ini diambil alih oleh Garuda. Namun, tetap beroperasi di bawah nama sendiri. Dalam sejarah keamanan, Merpati juga tercata menjadi maskapai yang pernah mengalami kecelakaan pesawat.

Kecelakaan pada tahun 2011 menewaskan 25 penumpang, sementara pendaratan keras pada tahun 2013 menyebabkan lima orang menderita luka serius.

Tantangan tersebut tentunya membuat Merpati berbenah diri secara manajemen dan keamanan. Direncanakan tahun depan maskapainya akan terbang dengan penerbangan perdana yang akan dilakukan di Biak, Papua.

=======

sumber: merdeka.com