pelantar.id – Banyak yang bilang,  mengurangi pengeluaran dan hidup hemat merupakan kunci keuangan yang mantap. Meski itu merupakan nasihat yang baik dan benar, faktanya gaya hidup irit tidak selalu baik bagi keuangan.

Apa maksudnya? Dalam beberapa kasus, gaya hidup irit malah bisa menjadi bumerang yang menyakiti keuangan Anda dalam jangka panjang. Ini pada akhirnya akan merugikan diri Anda sendiri.

Kok bisa? Mengutip Talks News, ada 6 kebiasaan berhemat yang justru dapat merugikan keuangan Anda, yaitu:

Ilustrasi belanja online

1. Kupon

Apakah Anda tipe orang yang suka mengumpulkan kupon, promo, dan voucher baik di aplikasi e-commerce ataupun dari majalah dan selebaran? Ada kalanya, kupon-kupon ini menguntungkan.

Anda bisa membeli barang dengan harga yang lebih murah sehingga bisa menghemat sejumlah uang. Namun, jika tidak digunakan dengan bijak Anda malah akan berakhir dengan barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Belum lagi waktu yang Anda habiskan untuk mengumpulkan atau memburu promo-promo tersebut. Maka itu, sebaiknya Anda mempertimbangkan waktu, biaya, dan manfaat yang didapat sebelum menggunakan kupon

2. Budget yang terlampau ketat

Saat menyusun anggaran untuk melacak dan mengurangi pengeluaran serta mencapai target finansial, Anda mungkin berpikir untuk menuliskan angka seminim-minimnya.

Namun apa jadinya jika Anda terlalu meminimalisir pengeluaran Anda? Ini malah bisa merusak rencana keuangan Anda.

Memotong pengeluaran berlebih memang penting, tapi anggaran yang tidak masuk akal akan membuat rencana Anda menjadi gagal. Maka itu, susun anggaran secara realistis.

3. Memotong biaya asuransi

Anda sedang mengencangkan pengeluaran bulanan. Kemudian Anda berpikir untuk memotong biaya asuransi agar tidak perlu membayar premi setiap bulannya.

Ini mungkin terdengar seperti ide yang bagus. Namun ingat, saat sesuatu mendadak terjadi tabungan Anda bisa terkuras dengan cepat tanpa adanya asuransi. Sebaliknya, dengan asuransi Anda bisa mengantisipasi kejadian-kejadian yang tak terduga.

4. Tidak memeriksakan kesehatan

Pernah dengar pepatah “lebih baik mencegah daripada mengobati?” Ingat pepatah ini setiap Anda berpikir untuk mengabaikan kondisi kesehatan demi berhemat, misalnya dengan tidak pergi ke dokter secara terjadwal atau tidak membeli obat saat merasa ada masalah.

Lebih baik merogoh sejumlah kecil uang dari kocek secara rutin untuk memeriksa kondisi kesehatan dibanding mengeluarkannya dalam jumlah besar untuk biaya rumah sakit dan lainnya.

5. Membeli semua yang serba lebih murah

Jika Anda sedang mencoba hidup hemat, produk dengan harga yang lebih murah dari biasanya mungkin akan membuat Anda tergiur.

Namun, murah bukan selalu berarti lebih baik. Misalnya dalam membeli mobil. Walaupun harganya lebih murah dari biasanya, ini bukan berarti Anda harus memilih mobil itu dibanding yang lain.

Jika terlampau murah, bisa jadi kondisi mobil tersebut sudah tidak prima. Ini pun sama untuk produk-produk lainnya. Pada akhirnya, Anda malah harus mengeluarkan biaya lagi untuk memperbaikinya.

Mencari dan membeli produk murah tidak masalah asal Anda tidak terjebak pada sebatas harga murah saja hingga mengabaikan kualitasnya.

Ilustrasi memilih makanan sehat

6. Makan sembarangan

Membeli makanan sehat dan sayur-sayuran segar memang seringkali memerlukan biaya yang relatif lebih besar dibanding membeli makanan cepat saji.

Namun, mengganti makanan sehat dengan makanan fast food buruk bagi kesehatan Anda. Walaupun terasa seperti berhemat, ini sebenarnya malah akan membuat Anda mengeluarkan lebih banyak uang di masa depan.

Maka itu, jangan sampai kesehatan Anda terabaikan hanya untuk memotong pengeluaran.

Pada akhirnya, menerapkan gaya hidup hemat adalah upaya yang baik untuk mencapai target finansial. Namun, jangan lupa untuk menggunakan uang secara bijak agar kebiasaan irit tersebut tidak menyerang balik keuangan Anda.

Disadur dari Liputan6.com