pelantar.id – Para guru di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), sudah siap menghadapi perubahan zaman yang cepat. Guru-guru di wilayah kepulauan ini juga siap menjadi pendorong revolusi industri 4.0.

Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Unifah Rosyidi mengatakan, tantangan mengajar di daerah perbatasan seperti Kepri sangat berat dan penuh tantangan. Namun selama ini, pendidikan di Kepri menunjukkan bisa berjalan dengan baik.

Di tengah kemajuan zaman yang pesat, guru juga dituntut untuk melek teknologi. Revolusi industri 4.0 membuat para guru harus terus mengeksplorasi kemampuan dirinya.

“Kegiatan mentransfer ilmu saat ini juga dilakukan melalui kecanggihan teknologi. Karena itu, guru juga harus bisa menguasai perangkat digital,” katanya di acara peringatan Hari Jadi ke-73 PGRI dan Hari Guru Nasional tingkat Provinsi Kepri di GOR Badang Perkasa, Karimun, Rabu (21/11/18).

Pada kesempatan itu, Unifah pun mengapresiasi komitmen Gubernur Kepri, Nurdin Basirun yang kerap memberi perhatian lebih bagi dunia pendidikan di Kepri. Ia mengatakan, pada Seminar Nasional dalam rangka Hari Jadi ke-73 PGRI di Stadion Pakansari, Bogor, 1 Desember 2018, Nurdin akan didaulat menerima Dwi Praja Nugraha.

Penghargaan tertinggi di bidang pendidikan itu rencananya akan diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Seminar Nasional tersebut akan dihadiri sekitar 40 ribu lebih gru dari seluruh Indonesia.

“Mari kita berjuang bersama dan PGRI adalah mitra strategis pemerintah pusat maupun daerah. Kita akan terus komitmen pantang menyerah menyuarakan nasib para guru di Indonesia,” kata dia.

Unifah juga menyatakan bahwa PGRI merupakan “anak kandung” Republik Indonesia dan ikut berjuang angkat senjata memerdekakan negara ini dari penjajahan.

“Terima kasih pengabdian teman-teman guru di daerah. Saya tahu perjuangan para guru ini tidak mudah. Dan perlu diingat bahwa peran guru tak tergantikan. Mengabdilah dengan penuh semangat dan ikhlas,” katanya.

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun

Tingkatkan Potensi Guru
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan, untuk menjawab perubahan guru harus selalu meningkatkan potensi. Perubahan dan dinamika yang berjalan sangat cepat, selalu siap dihadapi para guru dari Kepri.

“Saya sangat gembira, dan juga mengapresiasi bahwa guru-guru di Kepri ternyata siap menghadapi perubahan zaman yang sangat cepat. Guru sudah siap menjadi pendorong menghadapi revolusi industri 4.0,” katanya.

Ribuan guru se-Kepri hadir di acara yang mengusung tema Mewujudkan Guru sebagai Penggerak Perubahan Menuju Indonesia Cerdas, Berkarakter dalam Revolusi Industri 4.0 tersebut. Selain Nurdin dan Unifa, hadir pula sejumlah pejabat dari Pemprov Kepri dan Pemerintah Kabupaten Karimun.

Di antara yang terlihat adalah, Wakil Gubernur Kepri Isdianto, Bupati Karimun Aunur Rafiq, Ketua PGRI Kepri Huzaifah Dadang AG, sejumlah anggota DPRD Kepri dan DPRD Karimun. Juga hadir beberapa kepala dinas serta tokoh-tokoh pendidikan di Kepri dan Karimun.

Menurut Nurdin, guru adalah makhluk sosial yang turut mendorong terwujudnya pembangunan di Kepri melalui bidang pendidikan. Karena itu, kompetensi guru harus terus ditingkatkan agar bisa memberikan ilmu yang lebih untuk para siswanya.

“Kita harus menyadari bahwa ekonomi Jepang bisa maju karena selalu meningkatkan mutu pendidikan di sekokah-sekolah. Ini penting. Apalagi Kepri berada di garda terdepan Indonesia. Pendidikan di Kepri harus maju, kompetitif dan kaya dengan inovasi agar mampu menjawab persaingan global,” kata Nurdin.

Baca Juga : 

Gaji Guru Non-PNS Diusulkan Naik hingga Rp1 Juta

Nurdin menyebutkan, dalam perencanaan pembangunan Pemprov Kepri, pendidikan adalah prioritas. Apalagi jajaran wakil rakyat di DPRD baik Kepri maupun kabupaten dan kota di Kepri juga selalu mendukung upaya peningkatan pendidikan.

“Kita terus mencari formula terbaik untuk pendidikan anak-anak kita. Pendidikan sangat penting, sekali lagi, sangat penting. Kalau guru hebat, maka hebatlah Indonesia ini. Jika pendidikan hebat, maka hebatlah semuanya,” tegas Nurdin.

Di tempat yang sama, Bupati Karimun, Aunur Rafiq menyorot pentingnya pemerintah dan elemen lain memperhatikan kesejahteraan guru. Menurutnya, nasib para guru memang harus diperjuangkan, terutama nasib para guru honor yang jasanya juga sangat besar terhadap pembangunan pendidikan di daerah.

“Kami juga berharap PGRI pusat bisa memperjuangkan nasib dari para guru honor dan tidak tetap yang ada di Kepri ini. Terutama, tentu saja soal kesejahteraannya,” kata Aunur.

 

 

Reporter : Abdul Gani
Editor : Yuri B Trisna