pelantar.id – Dilahirkan dan besar di lingkungan keluarga miskin, bukan menjadi halangan seseorang untuk sukses di masa depan. Hal itu dipegang teguh oleh Lee Shau Kee.

Berangkat dari kemiskinan, Lee Shau Kee berhasil mengubah nasibnya hingga kini menjadi salah satu orang terkaya di dunia.

Lee Shau Kee tumbuh di tengah-tengah keluarga miskin yang bahkan untuk makan ikan setiap hari saja susah. Orangtua Lee hanya sanggup membeli ikan atau daging dua bulan sekali.

“Ketika masih muda, bisnis adalah yang utama, lalu kekayaan, setelah itu kesehatan, dan keluarga. Saat ini, kesehatan menjadi yang pertama, kemudian keluarga, bisnis dan kekayaan,” kata Lee Shau Kee dalam biografinya.

Kisah Kee banyak dibagikan ke seluruh Hongkong sebagai salah satu yang inspiratif serta kisah perjuangan. Dia adalah anak keempat yang dalam adat umumnya dipercaya sebagai orang yang langka bisa sukses.

Tapi pria yang lahir di Shunde, Guangdong, China ini berhasil membangun bisnisnya dari nol. Kala itu, ia berekspansi ke Hongkong dan bertemu dengan miliarder terkenal bernama Kwok Tak-Seng.

Kee memulai bisnisnya sendiri setelah Perang Dunia 2, dan bertemu dengan miliarder terkenal, Kwok Tak-Seng untuk pembicaraan awal tentang apa yang akan menjadi Sun Hung Kai Properties Limited, salah satu perusahaan terbesar di Hongkong.

Dari situ, ia bersama-sama membangun sebuah perusahaan properti Sun Hung Kai Properties Limited. Sun Hung Kai Properties kini merupakan salah satu pengembang besar di Asia dan di sana ia sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Direktur.

Tak sampai di situ, berkat kepiawaiannya menjalankan bisnis properti di perusahaan Sun Hung Kai, di tahun 1976 ia mendirikan Henderson Land Development Company Limited.

Lee Shau Kee

Perusahan miliknya sendiri tak hanya berpatokan pada pengembangan properti tetapi juga hotel hingga infrastruktur. Salah satu contohnya adalah International Finance Center, The Grand Promenade dan 39 Conduit Road.

Selain itu, ia juga melakukan perubahan besar dengan mengambil kepemilikan dari Hong Kong and China Gas Company Limited (Towngas) yang memasok hampir ke 85 persen rumah tangga di Hongkong.

Kee adalah salah satu orang yang berperan besar atas pertumbuhan dan perkembangan sebagian besar sektor keuangan Hongkong selama 40 tahun terakhir. Banyak orang mendapat manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung karena tindakan keuangannya.

Saat ini, Lee memiliki kekayaan sebesar US$ 27,5 miliar atau setara Rp412 triliun (kurs Rp15.000). Angka tersebut menempatkannya sebagai orang terkaya nomor dua di Hong Kong atau yang ke-24 di dunia.

Tak hanya memikirkan soal bisnis, pria berumur 90 tahun ini juga menjadi salah satu sumber pembiayan Universitas Cina Hongkong selama bertahun-tahun untuk membantu dunia pendidikan. Dia juga memberikan kontribusi yang signifikan kepada sektor sains dengan memberikan kontribusi yang murah hati kepada Program Studi China Selatan CUHK-Yale. Bahkan, berkat kecerdasannya pada tahun 1993 ia dianugerahi degree of Doctor of Social Science.

 

Sumber : Detik.com