pelantar.id – Gala Siswa Indonesia (GSI) 2018, kompetisi sepakbola untuk jenjang pendidikan SMP tingkat Provinsi Kepulauan Riau resmi berakhir, Kamis (6/9). Tim GSI Kota Batam menjadi juara setelah di pertandingan final berhasil menundukkan Tim GSI Kota Tanjungpinang dengan skor tipis 1-0.

Pertanding puncak yang digelar di lapangan sepakbola Gunung Lengkuas, Kabupaten Bintan mulai pukul 15.00 itu berjalan seru. Aksi jual beli serangan kedua tim mengalir tanpa henti. Kemampuan yang nyaris berimbang di semua lini membuat jalannya pertandingan terasa menegangkan.

Di babak pertama, meski beberapa kali tercipta peluang dari kedua tim, tapi tidak ada gol yang tercipta. Skor kaca mata mengakhiri pertandingan babak paruh waktu yang berlangsung 30 menit tersebut.

Para remaja itu tampil penuh semangat. Tak heran, permainan keras sesekali terjadi. Mereka menunjukkan hasrat besar untuk menang, memberi yang terbaik bagi tim dan daerah masing-masing.

Alhasil, pada menit ke-23, Tim GSI Batam mendapat hadiah pinalti dari wasit, setelah penyerang mereka mendapat tackling keras di area kota terlarang oleh bek GSI Tanjungpinang. Wasit tanpa ampun menunjuk titik putih

Sayang, Taufik yang ditunjuk menjadi algojo tidak bisa memanfaatkan peluang tersebut. Bola hasil sepakannya melambung di atas mistar gawang. Hal itu melecut pemain GSI Tanjungpinang untuk terus menekan area pertahanan GSI Batam.

Alfran, kiper GSI Batam asal SMP 34 harus berjibaku menyelamatkan gawangnya dari gempuran para pemain GSI Tanjungpinang. Lini pertahanan Batam yang dimotori Gofar bermain luar biasa. Mereka tetap tenang dan tampil taktis meski banyak ditekan.

Memasuki babak kedua, laga semakin seru dan ketat. Peluang-peluang di depan gawang tercipta. Namun, kesigapan kiper dan pemain bertahan masing-masing tim membuat si kulit bundar seakan sulit masuk ke dalam gawang.

Gol akhirnya tercipta di menit ke-56. Diawali skema serangan yang ciamik, pemain GSI Batam, Cristian Cruz berjaya memanfaatkan bola rebound dari kiper GSI Tanjungpinang. Pemain bernomor punggung 2 asal SMPN 10 Batam itu sukses melesakkan bola ke dalam gawang lawan dengan tendangan kerasnya.

Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta di pertandingan tersebut. Skor 1-0 tetap bertahan hingga peluit akhir dibunyikan wasit. Dengan demikian, Tim GSI Batam pun tampil sebagai juara kompetisi GSI tingkat Provinsi Kepri tahun 2018. GSI Kota Batam akan mewakili Provinsi Kepri ke ajang serupa tingkat nasional.

Bibit Pesepakbola Unggul
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Muhammad Dali yang menyaksikan pertandingan final itu merasa puas dengan pelaksanaan GSI tahun ini. Ia mengatakan, GSI merupakan bagian dari Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. GSI merupakan wadah bagi siswa yang memiliki bakat dan potensi di bidang olahraga sepakbola.

“Melalui ajang ini, diharapkan akan muncul pemain-pemain sepakbola unggul dari Provinsi Kepri,” katanya.

Kepala Disdik Kepri, M Dali menyerahkan piala kepada Tim GSI Batam di lapangan Gunung Lengkuas, Bintan, Kamis (6/9).
Foto: Trisilo

Dali mengatakan, kompetisi U-14 ini buah kerja sama Kemendikbud dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Ajang bergengsi ini untuk memberi ruang bagi siswa, guru, orang tua, sekolah, komunitas sepak bola, suporter sepakbola, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama memajukan persepakbolaan Indonesia. GSI diselenggarakan secara berjenjang dan berkesinambungan mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, tingkat provinsi, dan nasional.

Ketua Pelaksana GSI Kota Batam Trisilo mengapresiasi perjuangan anak-anak yang mewakili Batam dalam pertandingan tersebut. Kerja keras yang ditunjukkan Tim GSI Batam berbuah manis. Selanjutnya, Batam akan bersiap menghadapi pertandingan-pertandingan penting di level nasional.

“Kami akan terus berlatih untuk meningkatkan kemampuan teknik mereka. Mental anak-anak ini juga akan kita asah terus agar siap tampil di kompetisi yang lebih besar,” kata dia.

Trisilo mengatakan, GSI tingkat Kota Batam sudah dilaksanakan pada 3 sampai 10 Mei lalu di Stadion Gelora Citramas, Nongsa. Kompetisi diikuti tim perwakilan 12 kecamatan se-Batam yaitu, Kecamatan Batam Kota, Lubuk Baja, Nongsa, Batuaji, Batuampar, Belakangpadang, Sekupang, Bengkong, Seibeduk, Galang, Sagulung dan Bulang.

Menurutnya, pembinaan pemain remaja di Batam tidak akan berhenti di ajang GSI ini saja. Bersama PSSI Batam, pihaknya akan terus mendorong para bibit unggul untuk bisa mengikuti kompetisi sepakbola profesional di Indonesia.

Editor: Yuri B Trisna