pelantar.id – Tenggelamnya kapal Puskesmas Keliling milik Puskesmas Kecamatan Siantan Timur di perairan Selat Etang, Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, Kamis (11/10) malam, diduga karena kelebihan muatan. Selain itu, faktor cuaca buruk juga ikut memperburuk situasi.

Kasi Op Kantor SAR Natuna, M Yasin mengatakan, kapal Puskesmas Keliling itu tenggelam pada posisi 03°10.391′ N 106°19.003′ E, Kamis (11/10) sekira pukul 22.30 WIB. Lokasi tenggelamnya kapal berada sekitar 6,3 nautikal mil, dengan waktu tempuh 30 menit dari Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kabupaten Kepulauan Anambas.

Dalam kejadian itu, 4 orang penumpang dilaporkan meninggal. Kemudian, awalnya dilaporkan ada 2 penumpang yang hilang. Namun satu orang bernama Ibrahim sudah ditemukan dalam keadaan selamat. Hingga kini, proses pencarian terhadap satu orang lagi penumpang yang hilang bernama Raidah masih terus dilangsungkan.

“Awalnya memang dilaporkan ada dua orang yang hilang, tapi satu orang yakni juru mudi kapal sudah ditemukan,” katanyanya, Jumat (12/10).

Menurut Yasin, kapal Puskesmas Keliling Siantan Timur itu berlayar dari Pelabuhan Tarempa menuju Desa Nyamuk. Sekitar 30 menit berlayar, diduga cuaca berubah menjadi buruk. Ditambah muatan kapal yang berlebih, membuat kapal menjadi tenggelam.

Beberapa saat setelah kejadian, masyarakat menerima aduan dari salah satu penumpang yang berhasil berenang ke pulau terdekat. Laporan itu kemudian diteruskan ke aparat kecamatan. Selanjutnya, tim dari Basarnas, Lanal, Polres, Pol Air dan nelayan setempat langsung menuju lokasi tenggelamnya kapal untuk memberi bantuan.

Terpisah, Forecaster Stasiun Meteorologi Ranai, Asrul Saparudin mengingatkan warga Amanbas dan Natuna agar tetap waspada dan berhati-hati melakukan aktivitas di laut. Menurutnya, saat ini cuaca masih sering berubah-ubah. Adanya awan tebal atau comulonimbus harus diwaspadai karena dapat berpotensi menimbulkan angin kencang dan cuaca buruk

“Potensi angin kencang dan gelombang tinggi bisa sewaktu-waktu terjadi. Harus tetap waspada dan hati-hati jika ingin beraktivitas di laut terutama sektor pelayaran,” kata dia.

Kapal Puskesmas keliling milik Puskesmas Kecamatan Siantan Timur itu berlayar membawa rombongan pegawai puskesmas beserta keluarga. Kapal Puskesmas Keliling yang dikemudikan Ibrahim itu berlayar dari Pelabuhan Sri Siantan Tarempa pukul 19.30 WIB.

Informasi yang dihimpun, saat kapal tenggelam, penumpang atas nama Kimbon berenang menuju Desa Etang. Ia lalu melaporkan peristiwa itu kepada masyarakat setempat, yang diteruskan ke Cmaat Siantan Timur.

Baca Juga : Kapal Puskesmas Tenggelam di Anambas, 4 Orang Meninggal

Selanjutnya, aparat bersama masyarakat bergerak menuju ke lokasi kejadian dengan menaiki sejumlah kapal. Mereka kemudian menemukan beberapa penumpang, enam penumpang berhasil diselamatkan sedang empat orang sudah meninggal. Sedangkan satu penumpang lagi hingga sekarang masih belum ditemukan.

Seluruh penumpang baik yang selamat maupun yang meninggal kemudian dievakuasi ke Puskesmas Tarempa. Saat ini, proses pencarian terhadap satu orang penumpang yang hilang masih terus dilakukan oleh Tim Basarnas, Pos AL Memperuk, KAL Baruk dibantu masyarakat nelayan setempat.

 

Editor : Yuri B Trisna