Pelantar.id – Perkembangan teknologi dapat menggeser kebiasaan seseorang, termasuk cara penggunaan terknologi tersebut. Misalnya kecenderungan masyarakat yang lebih senang mengakses internet di handphone atau di PC dari pada menonton TV.

Kebiasaan tersebut juga menggeser pola atau kebiasaan para ibu dalam mengakses teknologi. Google Indonesia bersama Kantar Worldpanel dan Kantar TNS pernah meriset kebiasaan para ibu di Indonesia dalam menggunakan internet. Mereka menyebut satu dari empat orang Indonesia yang menggunakan intenet adalah satu orang ibu.

Sedangkan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pernah menyebut bahwa sebanyak 143 juta masyarakat Indonesia mengakses internet. Kemudahan mengakses internet mungkin menjadi pilihan bagi ibu-ibu untuk menemukan apa yang mereka butuhkan saat ini terlebih kebiasaan searching belanja online. Terutama bagi para ibu milenial yang sudah melek teknologi dan senang mengikuti tren.

Dilansir dari suara.com bahwa survei dari theAsianparent terhadap 1.000 ibu digital di Jabodetabek, Surabaya, Medan, Yogyakarta dan Bandung menemukan bahwa konsumsi internet meningkat sebesar 48,7 persen setelah perempuan beralih peran menjadi ibu.

Menariknya peningkatan ini disertai dengan penurunan frekuensi menonton TV hingga 78,5 persen. Disampaikan Putri Fitria, Head of Content Tickled Media, porsi terbesar yang digunakan para ibu zaman now saat berselancar di internet adalah mengunjungi situs parenting yakni sebesar 24 persen, lalu disusul dengan penggunaan media sosial sebesar 20 persen.

Berikut kebiasaan para ibu berinternet berdasarkan survei tersebut.

1. Konsultasi ke internet

Hasil survei tersebut juga menemukan fakta bahwa 60 persen ibu zaman now memilih berselancar di internet ketika menghadapi permasalahan yang dialami si kecil. Sementara kurang dari 18 persen dari mereka yang langsung mengonsultasikan keluhan si kecil ke dokter.

Meski demikian Putri mengatakan bahwa para ibu digital akan tetap mempertimbangkan kredibilitas situs internet ketika akan memilah informasi.

2. Instagram

Instagram telah mengambil alih Facebook sebagai platform media sosial yang paling banyak digunakan. Hal ini terlihat dari hasil survei yang menunjukkan lebih dari 98,5 persen ibu digital Indonesia memiliki setidaknya satu akun lnstagram.

Sebesar 34 persen dari ibu yang disurvei juga menghabiskan lebih banyak waktu di lnstagram untuk setidaknya 1-3 jam per hari, sementara kurang dari 1 jam sehari untuk Facebook.

YouTube berada pada urutan ketiga. Bagi mereka, visual berdampak lebih besar daripada kata-kata.

3. Smartphone untuk internet

Android (87 persen) masih menjadi sistem operasi pilihan utama para ibu zaman now untuk berkomunikasi dan eksis di media sosial. Fleksibilitas ponsel pintar memungkinkan para ibu untuk melakukan pencarian secepat mungkin.

Hanya 7 persen ibu zaman now yang menggunakan laptop atau tablet untuk mencari informasi di internet.

4. Jarang nonton TV

Hal menarik lainnya adalah para ibu zaman now lebih senang menonton film atau konten di YouTube dibandingkan dengan tv tradisional. Topik yang paling banyak dibaca secara online di antara para ibu di lndonesia adalah konten terkait parenting sebanyak 96 persen, diikuti oleh topik makanan sehat dan resep minuman.

5. Rutin belanja online

Berbelanja tampaknya tak bisa lepas dari kaum hawa. Namun yang membedakan ketika menjadi ibu adalah dominasi produk yang dibeli. Hasil survei menyebutkan bahwa produk anak-anak mendominasi pengeluaran mom zaman now yakni sebesar 95.4 persen.

Bahkan 67 persen di antaranya melakukannya setidaknya 2-3 kali sebulan dan keperluan anak sebagai barang belanja utamanya.

Sebanyak 87 persen ibu menyatakan paling suka berbelanja online di Shopee, diikuti oleh lnstagram 65 persen dan Tokopedia 56 persen.

6. Dompet digital

Sekitar 44 persen dari ibu digital Indonesia saat ini memiliki setidaknya satu akun dompet digital dengan GoPay mendominasi sebesar 75 persen. Mereka terutama menggunakan layanan ini untuk keperluan transportasi sebesar 38 persen dan belanja sebesar 32 persen.

Dampak penggunaan internet berlebihan

Coleen Moore, koordinator pengembangan sumberdaya Illinois Institute for Addiction Recovery Peoria, mengatakan bahwa jumlah wanita yang kecanduan internet semakin meningkat. Umumnya mereka adalah wanita muda, dan sebagian besar diantaranya adalah ibu rumah tangga muda yang kecanduan blogging, chatting dan online shopping (New York Times).

Para ibu tentunya tidak dilarang untuk menggunakan internet. Sama halnya dengan pengguna internet lainnya, penggunaannya tentu tidak perlu berlebihan. Penggunaan internet yang berlebihan akan memberikan dampak buruk.

Misalnya kurangnya interaksi ibu dan anak atau dengan suaminya. Karena keasyikan menggunakan internet lupa mengurus keluarga. Penggunaan internet yang berlebihan dapat memperngaruhi emosi berupa mudah marah dan kesal.

Waktu terkuras karena menggunakan internet membuat perubahan jam biologis, pola makan dan tidur terganggu dan dampak lainnya.

editor: Eliza Gusmeri

foto: merdeka.com