pelantar.id – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih mengandalkan warga Singapura dan Malaysia dalam daftar kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Bertahun-tahun, wisman asal dua negara tetangga itu mendominasi urutan terbanyak turis asing ke Kepri.

Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, dari Januari hingga November 2018, wisman asal Singapura yang datang ke Kepri sebanyak 1.121.923 kunjungan atau 48,44 persen dari total kunjungan wisman ke Kepri. Menyusul turis asal Malaysia dengan 273.373 kunjungan.

Dominasi wisman Singapura dan Malaysia dalam daftar kunjungan wisman ke Kepri, tak bisa dipungkiri lantaran dekatnya jarak antara Kepri dengan dua negara tersebut. Pintu masuk yang paling sering dilalui adalah Kota Batam dan Kabupaten Bintan.

Masih menurut BPS Kepri, Batam sebagai pintu masuk utama wisman ke Kepri menyumbang 1.654.091 kunjungan atau sekitar 71,42 persen. Disusul Bintan dengan 461.778 kunjungan atau sekira 19,94 persen.

Pintu masuk lainnya seperti Kota Tanjungpinang, menyumbang 124.576 kunjungan atau 5,38 persen, dan Kabupaten Karimun 75.689 kunjungan atau sekitar 3,27 persen.

Setelah Singapura dan Malaysia, negara lain yang masuk 5 besar penyumbang wisman ke Kepri adalah Tiongkok 236.866 kunjungan, India 97.304 kunjungan dan Korea Selatan 67.075 kunjungan.

“Wisman Singapura merupakan yang terbanyak berkunjung ke Kepri dengan persentase 48,44 persen dari total seluruh kunjugan wisman selama Januari-November 2018,” kata Kepala BPS Kepri, Zulkipli, dikutip kepri.antaranews.com, Kamis (3/1/19).

Tahun 2018, Provinsi Kepri menargetkan sebanyak 2,4 juta kunjungan wisman. Jika melihat data BPS Kepri, target tersebut sangat mungkin tercapai, bahkan terlampaui.

“Kami prediksi melebihi target 2,4 juta kunjungan itu, apalagi sampai November sudah 2,3 juta kunjungan. Akhir tahun biasanya meningkat signifikan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar.

Buralimar optimistis target 2,4 juta tercapai karena data kunjungan wisman untuk bulan Desember belum dirilis oleh BPS Kepri.

“Akhir tahun biasanya (kunjungan wisman) meningkat signifikan,” kata dia.

Target Kunjungan Wisman 2019

Jika tahun 2018 Kepri menargetkan 2,4 juta kunjungan wisman, maka tahun ini target itu melonjak menjadi 4 juta. Meski meningkat cukup tinggi, tapi Buralimar tetap yakin pihaknya dapat memenuhi target itu.

Menurut Buralimar, Kepri akan melakukan banyak cara untuk meningkatkan kunjungan wisman. Di antaranya, dengan menyiapkan 46 event wisata berstandar nasional dan internasional di beberapa daerah di Kepri.

Event Ironman di Kabupaten Bintan. (Istimewa)

Ke-46 event wisata itu merupakan bagian kerja sama dengan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI). Event-event wisata itu ada yang dilaksanakan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan ada juga oleh swasta.

Di antara puluhan event wisata itu terdapat Bintan Triatlon yang masuk 1op 10 event dan top 100 event Wonderful Indonesia. Keyakinan Buralimar Kepri dapat mencapai target 4 juta kunjungan wisman karena sejumlah event wisata yang digelar selama ini sudah cukup dikenal oleh kalangan turis asing, dan terbukti mampu mendatangkan ribuan wisman dari banyak negara.

Selain Bintan Triatlon, event lain yang masuk daftar 49 event wisata itu adalah, Festival Bahari Kepri, Festival Pulau Penyengat, Batam International Culture Carnival (BICC), Tour de Bintan hingga IronMan 70.3 Bintan. Kemudian, Sail Natuna, Festival Layang-Layang Internasional, dan Bajafash.

Pemerintah, lanjut Buralimar akan memperkuat sektor pariwisata dengan menggandeng asosiasi atau pelaku usaha pariwisata di Kepri. Ia pun berharap pemerintah pusat tetap memberi suport sebagaimana yang sudah dilakukan sepanjang tahun 2018, baik dari pelaksanaan acara hingga anggaran.

“Selain wisata bahari yang mengandalkan panorama alam, Kepri juga akan menjual wisata kuliner, sejarah dan atraksi budaya. Sejauh ini, langkah tersebut cukup berhasil mendatangkan wisman terutama dari Singapura dan Malaysia,” kata dia.

*****