pelantar.id – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011-2015 Abraham Samad menyampaikan ceramah kebangsaan pada deklarasi menjadi bakal calon Presiden Indonesia pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di anjungan City of Makassar, Senin (7/5).

“Hari ini saya hadir di sini pada deklarasi sebagai calon presiden yang dilakukan oleh teman-teman, sahabat dari berbagai daerah di Kawasan Timur Indonesia tidak lain karena ingin mewakafkan diri kepada bangsa ini,” ujar Samad.

Seperti dikutip oleh Antara Samad mengatakan, deklarasi yang dilakukan oleh Komunitas Millenial Kawasan Timur Indonesia dengan mendorong dirinya sebagai bakal calon presiden itu bertujuan untuk menawarkan poros baru, atau alternatif pilihan baru pada pemilu nanti.

Ia mengaku, sebelum memantapkan diri mengambil keputusan untuk mewakafkan dirinya kepada bangsa dan negara ini, dirinya banyak menerima dorongan dari berbagai kalangan.

“Jadi prosesnya panjang sebelum saya bersedia menyatakan diri untuk maju menjadi calon presiden. Saya setelah tidak lagin menjadi Ketua KPK masih sering keliling Indonesia mengisi kuliah kebangsaan dan dorongan-dorongan maju di pemilu itu datang dari seluruh Indonesia,” katanya.

Samad menyebut, dukungan dari keluarga, kolega maupun rakyat Indonesia dari berbagai kalangan khususnya di kalangan kampus itu semakin memantapkan dirinya terjun untuk menyumbang tenaga mengatasi kondisi bangsa yang disebutnya carut marut.

“Saya berkeliling Indonesia dan mendengar langsung keluh kesah dari masyarakat. Mereka semua bangga menjadi orang Indonesia dengan kekayaan alam yang melimpah tetapi hanya menjadi penonton di negerinya sendiri. Belum lagi uang rakyat yang banyak dikorupsi, itulah yang memantapkan saya untuk mewakafkan diri,” terangnya.

Sementara Panglima Pejuang AS for Indonesia, Djusman AR menuturkan deklarasi yang digagasnya berhasil menghadirkan ribuan pendukung yang terdiri dari sejumlah elemen. Menurut dia, dukungan itu datang dari berbagai lembaga swadaya masyarakat, organisasi, pegiat antikorupsi, mahasiswa, komunitas, aliansi perempuan, pekerja dan masyarakat yang tidak berhimpun.

Menurut Djusman, Samad dipilih karena dikenal sebagai sosok yang getol memberantas serta memerangi perilaku korupsi di Indonesia, sehingga wajar bila tokoh nasional asal Sulsel ini dipilih sebagai alternatif Capres yang mumpuni.

“Kalau sosok AS bukan hanya tokoh nasional tapi sudah menjadi tokoh di ASEAN. Ada beberapa negara di Asia telah memberikan penghargaan termasuk membuat patungnya karena dinilai sebagai tokoh penegak hukum serta keadilan,” ujar Djusman.

Ditemu di tempat yang sama, Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) Sulawesi itu menyebutkan Makassar dan Sulawesi Selatan menjadi kota deklarasi setelah Palembang (Sumatera Selatan), Padang (Sumatera Barat), dan rencananya akan dilaksanakan di 34 provinsi di Indonesia.

“Deklarasi ini adalah murni dorongan teman-teman dan masyarakat menyikapi persoalan bangsa hingga akhirnya memilih Pak Abraham. Terus terang ini inisiatif kami, sebab Pak Abraham Samad awalnya tidak mengetahui ada deklarasi seperti ini,” ujarnya.

Sumber: ANTARA

Editor   : Joko Sulistyo