pelantar.id – Personel Polres Karimun, Kepulauan Riau mendapat pelatihan penanganan kebakaran dari Pemadam Kebakaran Karimun di halaman Mapolsek Tebing, Karimun Sabtu (27/10). Para anggota mempraktikkan berbagai macam metode pemadaman serta peralatan yang bisa digunakan, jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran dalam situasi apapun.

Kapolres Karimun, AKBP Hengky Pramudya pun turut serta mengikuti simulasi pemadaman api. Dengan menggunakan karung basah, ia mencoba memadamkan api yang tengah berkobar.

“Pelatihan penanggulangan dan tanggap bencana kebakaran ini dilaksanakan sebagai bentuk antisipasi, dalam memadamkan api jika sewaktu-waktu terjadi musibah kebakaran. Tadi sudah kita lihat langsung dari ahlinya. Supaya kita semua paham apa yang akan dilakukan dalam situasi kebakaran,” kata Hengky.

Tujuan dari pelatihan, lanjut Hengky, untuk menyegarkan dan mengingatkan seluruh jajaran dan anggota Polri, tentang pentingnya pengetahuan penanggulangan bencana kebakaran. Pasalnya, anggota polisi di lapangan juga sering mendapatkan informasi musibah kebakaran dari masyarakat.

Karena itu, masing-masing personel diharapkan minimal bisa melakukan antisipasi sedini mungkin untuk mencegah meluasnya dampak kebakaran.

“Dampak kebakaran ini sangat luas, bisa menimbulkan korban jiwa dan kerugian harta benda. Bahkan dapat menimbulkan kerusakan infrastruktur, fasilitas umum,” ujarnya.

Hengky menegaskan, seluruh personel polisi jiga harus memiliki kemampuan untuk mengatasi musibah kebakaran yang terjadi. Dengan belajar kepada ahlinya, diharapkan para anggota Polres Karimun nantinya dapat berkontribusi membantu masyarakat dan petugas pemadam kebakaran.

Dengan mengikuti pelatihan ini, anggota polisi mengetahui bagaimana cara memadamkan api yang baik dan benar, sehingga efisien. Mulai dari bahan apa saja yang layak untuk memadamkan dan objek seperti apa yang tepat.

Personel Polres Karimun mempraktikkan cara memadamkan api yang sedang berkobar dengan menggunakan karung basah di halaman Mapolsek Tebing, Sabtu (27/10).
Foto : PELANTAR/Abdul Gani

Hengky juga mengingatkan kepada masyarakat agat tidak iseng menghubungi petugas pemadam kebakaran, dengan memberikan informasi yang tidak benar.

“Jangan usil, jangan main-main memberikan informasi kebarakan yang tidak benar. Kemudian, jika petugas pemadam kebakaran sedang di jalan menuju lokasi kebakaran, berikan ruang saat tengah melintas di jalan,” katanya.

Memberikan jalan atau mendahulukan petugas pemadam kebakaran, lanjut Hengky, sudah ditegaskan dalam undang-undang. Selain mobil pemadam, kendaraan lain yang harus didahulukan di jalan raya adalah, ambulans dan selanjutnya mobil kepresidenan

Kabid Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Karimun, Rahmadi menambahkan, dengan diadakannya pelatihan penanggulangan bencana kebakaran pada aparat kepolisian, ke depan para anggota polisi dapat membantu penanganan tahap awal, khususnya ketika sedang berada di lokasi kebakaran sebelum petugas pemadam datang.

“Mereka bisa memperoleh pengetahuan tambahan mengenai penanggulangan kebakaran, karena memang tidak semua orang bisa. Ilmu memadamkan api kan memang dikuasai oleh petugas pemadam kebakaran, makanya ini dibagikan ilmunya,” kata dia.

Baca Juga : 

Polisi Roadshow ke Pesantren, Imbau Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi

Sewaktu-waktu, polisi terutama yang di lapangan, pasti akan menghadapi peristiwa kebakaran, atau mendapat laporan dari masyarakat tentang kebakaran.

“Jadi, dengan bekal ilmu yang didapat dari pelatihan ini, ke depan polisi juga bisa membantu petugas pemadam memberikan informasi akurat kepada kami dan juga masyarakat tentang musibah kebakaran,” katanya.

Selain jajaran Polres Karimun, pelatihan tersebut juga diikuti para Kapolsek, Kasat dan Kabag, lurah serta kepala desa di wilayah Kecamatan Meral Barat dan wilayah Kecamatan Tebing.

 

 

Reporter : Abdul Gani
Editor : Yuri B Trisna