Pelantar.id – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepulauan Riau (Kepri) mengamankan dua orang tersangka yang akan menyelendupkan hewan dilindungi. Dari tangan kedua tersangka T dan S, Polisi mengamankan 11 ekor burung jenis Kakaktua dan Nuri Bayan.

Dirpolairud Polda Kepri, Kombes Pol Benyamin Sapta mengatakan, dua orang tersangka ini ditangkap saat hendak membawa hewan tersebut menggunakan mobil pickup di kawasan Botania.

Bersama tangkapan 11 hewan dilindungi ini, juga didapati 51 ekor kura-kura yang ikut diselundupkan.

Atas penangkapan tersebut pihaknya melakukan koordinasi dengan Seksi Konservasi Wilayah ll Batan untuk memastikan apakah benar hewan tersebut dilindungi apa tidak.

“Setelah kami lakukan koordinasi, ternyata benar. Sebanyak 11 ekor burung termasuk hewan yang dilindungi. Namun untuk 51 ekor kura-kura tidak dilindungi, namun tetap bersalah, karena akan menyelundupkan keluar negeri tanpa izin yang sah,” ujarnya.

Saat ekspos di Mapolda Kepri, Senin (19/11) sore, diketahui bahwa, penangkapan bermula dari informasi dari masyarakat. Ketika itu, tim menghentikan mobil pickup yang membawa hewan dilindungi. Rencananya hewan itu dibawa keluar negeri di kawasan Botania, Batam Centre, Batam pada Jumat (16/11) sore.

Sementara itu, Kepala SKW II Batam, Sugito menjelaskan, nantinya hewan-hewan ini akan dilakukan identifikasi. Selanjutnya, setelah ada ketetapan hukum soal kasus ini, hewan asal timur Indonesia ini, akan dipulangkan ke asalnya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat, agar tidak melakukan hal tersebut kepada hewan yang sudah masuk kategori dilindungi.

“Bila ada masyarakat yang meilihat, silakan melapor. Sebab hewan yang dilindungi harus dijaga kelestariannya. Untuk menjaga kelestariannya itu, harus ditempatkan pada konservasi,” sebutnya.

Terhadap kedua tersangka, dikenai pasal 40 ayat 2 Jo pasal 21 ayat 2 huruf a dan c Undang-Undang No.5 tahun 1990 tentang konserpasi sumberdaya alam hayati dengan ekosistemnya. Dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 20 juta.

================
reporter: faturrohim